Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

7 Cara Mengatasi Asam Lambung

Sobat pernah merasakan masalah asam lambung? Duh, pasti cukup menyiksa ya! Keluhan akibat dari kelebihan asam lambung atau yang disebut sebagai dyspepsia ini dapat berupa rasa nyeri panas dan pedih di ulu hati, mual dan terkadang sampai muntah, perut terasa kembung, cepat merasa kenyang dan sering bersendawa. Hal ini tentu mengganggu aktivitas Sobat sehari-hari. Kelebihan asam lambung dapat menyebabkan peradangan pada permukaan lambung sehingga disebut sebagai penyakit gastritis atau yang lebih dikenal sebagai penyakit asam lambung (maag).

Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang paling sering dijumpai pada masyarakat. Gastritis umumnya menyerang wanita pada usia sekitar 20-30 tahun. Gastritis juga sering menyerang lanjut usia, dikarenakan lapisan pelindung lambung pada lansia menipis seiring dengan bertambahnya usia serta penggunaan obat nyeri yang berlebihan.

Penyakit asam lambung sering dianggap penyakit yang biasa saja dan tidak memerlukan penanganan lebih lanjut. Padahal, penyakit asam lambung yang dibiarkan secara terus-menerus dapat menyebabkan penyakit tersebut menjadi kronik serta berujung pada terjadinya luka (tukak) dan perdarahan pada lambung, serta komplikasi lain seperti pecahnya lapisan lambung (perforasi lambung). Berikut ini kami uraikan7 cara mengatasi asam lambung:

  1. Memperbaiki pola makan dengan cara makan porsi kecil

Sobat pasti sering mendengar ungkapan “Aduh, maag saya kambuh karena tadi telat makan.” Ya, pada penderita penyakit asam lambung, disarankan untuk memiliki pola makan yang teratur dan disarankan makan lebih sering (misalnya lima kali sehari) dengan porsinya sedikit-sedikit. Hal ini bertujuan agar lambung selalu terisi makanan sehingga menetralisir asam lambung yang ada.Porsi makan yang kecil setiap kali makan akan mengurangi rasa begah (penuh) sesudah makan. Jadi, jangan sampai menunggu terlalu lapar dan juga jangan makan dalam porsi yang berlebihan saat satu kali makan.

  1. Berhati-hati dengan obat pengurang rasa nyeri yang digunakan.

Seperti yang kita ketahui Sobat, semakin bertambahnya usia, sering terjadi kelainan pada sendi (nyeri sendi/pegal linu/rematik). Biasanya, untuk mengatasi pegal linu, pasien akan mengonsumsi obat-obat rematik/penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Pada obat-obat tersebut, umumnya mengandung obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS). OAINS yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan sering,dapat mengakibatkan terjadinya luka bahkan sampai perdarahan lambung. Banyak pasien yang datang ke rumah sakit dalam keadaan sudah buang air besar berdarah berwarna hitam. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat-obat pegal linu yang dijual bebas di pasaran. Disarankan agar menghindari penggunaan obat anti nyeri secara berlebihan atau sebaiknya menemui dokter untuk anjuran pilihan dan penggunaan obat anti nyeri.

  1. Menghindari atau mengurangi konsumsi makanan dan minuman seperti teh, kopi, alkohol, makanan pedas dan asam, gorengan serta makanan berlemak.

Teh dan kopi mengandung senyawa kafein yang dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung, hal ini dapat mencetuskan nyeri ulu hati pada pasien yang sensitif dengan kafein. Makanan pedas, asam, dan alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengiritasi permukaan lambung sehingga menyebabkan luka. Kandungan lemak yang tinggi pada gorengan sering menimbulkan rasa penuh dan tidak nyaman pada lambung.

  1. Berhenti merokok.

Rokok dapat menghalangi proses penyembuhan luka yang sudah terjadi pada lambung. Hal ini tidak berarti apabila luka di lambung sudah sembuh, dapat merokok kembali. Seperti yang diketahui bahwa rokok merupakan hal yang harus dihindari karena banyak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh, tidak hanya lambung, tetapi dapat juga paru-paru, tenggorokan, mulut dan bagian-bagian tubuh lainnya.

  1. Tidak langsung tidur/berbaring setelah makan kenyang.

Saat perut penuh terisi makanan, sebaiknya Sobat jangan langsung berbaring atau tiduran. Hal ini mengakibatkan isi makanan dan juga asam lambung dapat naik ke kerongkongan, sehingga dapat menyebabkan rasa mual dan rasa terbakar pada dada. Sobat sebaiknya tetap duduk atau berjalan santai setelah makan, selama kurang lebih 1-2 jam.

  1. Mengurangi stres yang berlebih.

Stres dapat memicu produksi asam lambung. Tentu setiap orang pasti mengalami stres. Satu hal yang harus selalu diingat adalah hanya diri kita sendirilah yang paling memahami tubuh kita. Setiap orang memiliki mekanisme pertahanan terhadap stres yang berbeda-beda, ada yang mengatasi stres dengan cara banyak makan, berolahraga, berekreasi, memancing dan sebagainya. Saat Anda merasakan stres dalam hidup anda, cobalah berbagi hal tersebut dengan orang-orang terdekat. Akan terasa lebih ringan apabila Sobat berbagi cerita dan bisa mendapatkan solusi dari orang-orang terdekat yang mungkin saja dapat membantu masalah Anda. Cobalah membuat daftar mengenai hal-hal yang disukai dan lakukanlah hal tersebut setiap kali merasakan jenuh atau stres terhadap kerjaan atau aktivitas Sobat sehari-hari.

  1. Memeriksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab dan terapi lebih lanjut.

Penyakit asam lambung yang dirasakan terus-menerus (lebih dari seminggu), sudah diberikan obat antasida tapi tidak kunjung sembuh menjadi indikasi bahwa Sobat harus segera memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika ada tanda bahaya (alarm symptom) seperti nyeri ulu hati yang muncul pada saat usia lebih dari 50 tahun, penurunan berat badan, anemia (kurang sel darah merah), buang air besar berdarah (melena), atau muntah darah. Gejala-gejala tersebut sering kali menunjukkan adanya hal serius yang ada di dalam lambung sebagai penyebab sakit mag, seperti tukak lambung atau kanker lambung. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi untuk memastikan penyebab. Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan yang bekerja untuk menekan produksi dan menetralisir asam lambung maupun antibiotik untuk membunuh kuman penyebab produksi asam lambung berlebihan.

Itulah 7 cara mengatasi asam lambung.Sobat sekalian dapat mengikuti 7 hal ini untuk mengatasi penyakit asam lambung yang terus-menerus mengganggu aktivitas Sobat sehari-hari. Jika Anda memerlukan suplemen, produk makanan sehat atau artikel terkait masalah kesehatan lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka

  1. Hirlan. Gastritis. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Kolopaking MS, Setiyohadi B, Syam AF, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1768-71.
  2. Nishizawa T, Masaoka T, Suzuki H. Functional Dyspepsia: Pathogenesis, Diagnosis and Treatment. Journal of General and Family Medicine. 2016;17(3):204-10.
  3. Rani AA, Fauzi A. Infeksi Helicobacter pylori dan Penyakit Gastroduodenal. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Kolopaking MS, Setiyohadi B, Syam AF, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1772-3.
  4. Tarigan P. Tukak Gaster. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Kolopaking MS, Setiyohadi B, Syam AF editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1781-91.
  5. Simadibrata M, Makmun D, Abdullah M, Syam AF, Fauzi, A, Renaldi K,et al. Konsensus Nasional Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pylori. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia. 2014.
  6. Sipponen P, Maaroos HI. Chronic Gastritis. Scand J Gastroenterol. 2015; 50(6): 657–67.

WhatsApp Asisten Maya saja