Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

6 Tips Pemberian MPASI pada Bayi 6 Bulan

Moms yang memiliki buah hati menginjak usia 6 bulan pasti tak sabar untuk “bereksperimen” memberi MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) ya?

Makanan padat pertama si kecil haruslah bertekstur lunak dan sedikit cair, seperti bubur susu atau pure buah/sayur. Mana yang lebih dulu diberikan? Nah, berikut 6 tips pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan yang perlu Moms ketahui:

1. Perhatikan Tanda Bayi Siap MPASI

Mungkin tak sedikit Moms yang mendengar petuah dari orang tua atau ibu mertua mengatakan kalau bayi sudah mulai bisa diberi makan pada usia 4 bulan. Benarkah? Hal ini tidaklah tepat, sebab bayi disarankan diberi MPASI saat berusia 6 bulan. Mengapa? Biasanya saat itu otot leher bayi sudah cukup kuat sehingga ia bisa menahan kepalanya untuk tidak lagi goyah. Ia juga sudah dapat duduk sendiri (walaupun dengan bersandar) dan menegakkan kepala. Dengan begitu, proses menelan bayi bisa dibilang sudah lebih baik. Selain itu, fungsi pencernaan bayi pada usia 6 bulan juga sudah lebih baik.

Tanda lain bahwa bayi siap MPASI antara lain:
– Mulai tertarik dengan makanan yang Moms makan. Terlihat dari ekspresi wajah atau gerakan tangan yang seolah-olah ingin mengambil makanan untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.
– Ia akan antusias membuka mulutnya tiap kali disodorkan makanan.
– Ia tidak lagi memakai lidah untuk mendorong makanan keluar dari mulut.

2. Mulailah dengan Bubur Susu

Meskipun tak ada urutan baku, American Academy of Pediatrics merekomendasikan serealia – seperti beras atau gandum – sebagai makanan yang diberikan pertama kali untuk si kecil yang sudah siap MPASI. Selanjutnya, barulah bayi diperkenalkan dengan variasi MPASI lain seperti bubur (pure) sayur, buah, dan daging atau ikan.

Dibandingkan sayur atau buah, bubur susu/bubur beras (tepung beras + ASIP/susu formula) sangat cocok diberikan sebagai makanan pertama si kecil.

Ya, untuk mengenalkan makanan padat pertama pada bayi sebaiknya dimulai dari makanan yang teksturnya encer dan lembek, dengan rasa yang tidak jauh berbeda dengan ASI atau susu formula, seperti bubur susu. Tujuannya adalah agar bayi tidak kaget dengan makanan pertamanya.

Tak hanya itu, bubur beras sangat rendah alergen, alias tidak memicu reaksi alergi. Bubur beras juga diperkaya zat besi, tinggi kalori, sangat mudah dicerna, paling mudah diubah konsistensinya (kepadatannya). Cara membuatnya juga sederhana dan mudah dibuat sendiri di rumah.

Satu hal yang perlu Moms perhatikan, saat membuat bubur susu, jangan memanaskan ASIP atau susu formula di atas kompor bersamaan dengan memasak bubur beras. Lakukan hal itu setelah bubur beras selesai dimasak. Tuang bubur beras ke dalam mangkuk, aduk-aduk sebentar lalu masukkan ASIP/susu formula.

Cara mengecek kecukupan tekstur adalah makanan tidak tumpah jika sendok dimiringkan.

Selain bubur beras, bayi juga bisa dikenalkan dengan jenis serealia lain yang memiliki rasa tidak jauh berbeda, seperti bubur susu gandum atau havermut (oatmeal).

3. Menu Sama Selama 3 Hari

Perlu diingat, MPASI diberikan secara bertahap dan sedikit demi sedikit. Mulailah dengan memberikan 1 – 2 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa bertambah seiring perkembangan bayi. Tetapi sebelumnya, coba dulu dengan memberikan menu yang sama selama 2-3 hari berturut-turut. Setelah itu, baru bayi Moms perkenalkan lagi dengan variasi menu MPASI yang lain.

Menunggu selama 2-3 hari juga memungkinkan Moms untuk mengamati apakah si kecil memiliki reaksi alergi atau tidak, seperti diare, muntah, atau ruam (meskipun kebanyakan gejala muncul dalam waktu empat jam setelah makan). Jika iya, maka hentikan makanan penyebab alerginya dan menggantinya dengan asupan lain.

Selain itu, Moms jadi bisa mengetahui apakah si kecil suka atau tidak dengan menu MPASI yang diberikan.

Jika ia kurang suka dengan menu tersebut, jangan langsung menghapusnya dari menu MPASI si kecil. Perlu diketahui, bayi mungkin perlu mencoba makanan 10 kali sebelum menerimanya. Jadi, setelah dua minggu atau satu bulan, coba berikan kembali menu yang sama, atau padukan dengan sesuatu yang dia suka. Siapa tahu saat itu, bayi Moms akan lebih bisa menerima dan akhirnya menyukainya.

4. Berikan Menu MPASI yang Bervariasi

Setelah bayi belajar untuk menerima satu jenis makanan, secara bertahap kenalkan ia dengan berbagai jenis makanan lain satu per satu, seperti sayuran, buah, ikan dan daging dengan cara dihaluskan sehingga teksturnya lumat dan kental.

Berikan bubur susu yang mengandung protein hewani (daging merah/hati ayam) untuk memenuhi kebutuhan zat besi yang sudah menurun kadarnya di dalam ASI, agar menunjang pertumbuhan fisik si kecil. Variasikan dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning.

Meskipun banyak yang merekomendasikan memulai sayuran dulu sebelum buah-buahan, tidak ada bukti bahwa bayi akan mengembangkan ketidaksukaan untuk sayuran jika buah diberikan terlebih dahulu. Dengan kata lain, sebenarnya tidak ada urutan baku.

5. Pastikan MPASI yang Diberikan Bersih dan Aman

Dalam memberikan MPASI pada si kecil, Moms harus menjamin kebersihan dan keamanan makanan.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Moms perhatikan:
– Cucilah dahulu tangan sebelum membuat bubur atau menu MPASI. Begitu pula saat akan memberi makan si kecil.
– Masaklah makanan dengan benar, hindari mencampur makanan mentah dengan makanan yang sudah matang.
– Gunakan selalu air bersih saat memasak.
– Cucilah dahulu bahan MPASI seperti beras, sayur, buah, daging, sebelum dikonsumsi.
– Gunakan alat-alat makan yang aman untuk si kecil, seperti sendok kecil berbahan plastik yang aman dan berujung tumpul sehingga tidak melukai gusi bayi.

6. Berikan Makanan Kaya Nutrisi

Makanan yang kaya akan energi dan nutrisi (terutama zat besi, protein, asam amino esensial, zink, vitamin A, kalsium, vitamin C, vitamin D, dan asam folat) harus diberikan pada masa pertumbuhan si kecil yang sedang pesat.

Berikut beberapa contoh bahan makanan yang bisa dijadikan sebagai variasi bubur atau menu MPASI si kecil:
– Makanan pokok yang mengandung karbohidrat, contoh: beras, kentang, gandum dan olahannya (roti, sereal, biskuit).
– Makanan sumber protein hewani, contoh: daging ayam, hati sapi, hati ayam, ikan, susu.
– Kacang-kacangan, contoh: kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai, atau makanan olahannya seperti tahu dan tempe.
– Sayuran hijau dan merah, contoh: wortel, labu, bayam, daun ubi.
– Buah orange dan merah, contoh: apel, tomat, jeruk, alpukat dan stroberi.

Demikianlah 6 tips pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan. Frekuensi pemberian MPASI bisa dilakukan sebanyak 2 kali dengan 1 kali makanan selingan.

Setelah bayi berusia 7 – 8 bulan, mulai berikan ia bubur saring. Pilih bahan makanan sumber karbohidrat, seperti beras, kentang, makaroni, atau roti. Tingkatkan porsi dan frekuensi makan menjadi 3 kali sehari.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk para Moms. Nah, untuk informasi kesehatan lain, kini tak perlu repot. Anda dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Moms juga bisa mendapatkan layanan dokter ke rumah untuk melakukan vaksin loh, penasaran? Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Referensi:

1. HealthyChildren.org. (2018). Starting Solid Foods. [online] Available at: healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Switching-To-Solid-Foods.aspx [Accessed 4 Sep. 2018].

2. For Baby NZ. (2018). Six signs baby is ready for solid food. [online] Available at: forbaby.co.nz/ForBaby-Chat/Six-signs-baby-is-ready-for-solid-food [Accessed 4 Sep. 2018].

3. Chop.edu. (2018). Feeding Guide for the First Year | Children’s Hospital of Philadelphia. [online] Available at: chop.edu/conditions-diseases/feeding-guide-first-year [Accessed 4 Sep. 2018].

4. Chop.edu. (2018). Feeding Guide for the First Year | Children’s Hospital of Philadelphia. [online] Available at: chop.edu/conditions-diseases/feeding-guide-first-year [Accessed 4 Sep. 2018].

5. Parents.com. (2018). About Your Privacy on this Site. [online] Available at: parents.com/baby/feeding/solid-foods/starting/ [Accessed 4 Sep. 2018].

6. Puri Gayatri, R. (2018). Mommy 101; 101 Perawatan Bayi. Jakarta, Indonesia: Penerbit Erlangga, p.95.

WhatsApp Asisten Maya saja