Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

5 Trik Tetap Makan Pedas, Tanpa Sakit Maag

Sobat sangat menyukai makanan pedas, tapi memiliki sakit maag? Apakah benar-benar tidak boleh bagi seorang penderita maag untuk mengonsumsi makanan pedas? Bagaimana caranya supaya bisa makan pedas tanpa sakit maag? Simak ulasan berikut:

Rasa pedas termasuk salah satu rasa yang dapat meningkatkan nafsu makan. Saat ini banyak sekali rumah makan yang berlomba-lomba menyajikan makanan pedas dengan berbagai tingkat kepedasannya. Tetapi tahukah Sobat bahwa mengonsumsi makanan pedas dapat membahayakan kesehatan terutama lambung Sobat?

Gastritis atau yang lebih dikenal dengan penyakit maag merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peradangan pada lapisan dalam lambung. Selanjutnya peradangan ini dapat berpotensi terbentuknya luka pada lambung. Sakit maag merupakan penyakit yang sering ditemukan pada kalangan masyarakat. Sakit maag dapat dipicuolehbeberapa hal, yaitu stres, merokok, konsumsi kopi, makanan asam dan pedas, pola makan yang salah yaitu tidak makan dengan teratur, penggunaan obat-obat penahan sakit serta dapat pula disebabkan infeksi bakteriHelicobacter pylori.

Ada beberapa tips yang dapat Sobat lakukan untuk tetap dapat makan pedas tanpa sakit maag:

  1. Ketahui Dahulu Apa Sebab Sakit Maag Sobat

Penyebab sakit maagterdiri dari beberapa faktor dan saling berhubungan satu sama lain. Makanan pedas hanyalah salah satu dari sekian faktor yang dapat menyebabkan atau bahkan pencetus timbulnya sakit maag. Penyebab utama sakit maagSobat harus diketahui, seperti pada sakit maag akibat infeksi Helicobacter pylori, maka diperlukan antibiotik untuk membunuh kuman tersebut. Namun untuk hal ini, sebaiknya Sobat berkonsultasi dengan Dokter, kemudian usahakan radang lambung Sobat mereda terlebih dahulu.

  1. Kenali Seberapa Parah Sakit MaagSobat

Pada beberapa pasien maag, radang lambung dapat terjadi dengan hebat hingga menimbulkan luka pada permukaan lambung atau dikenal dengan ulkus lambung. Pada kondisi tersebut, seseorang dapat mengeluhkan muntah darah maupun buang air besar berdarah. Pada kondisi ini, dianjurkan tidak mengonsumsi makanan pedas agar tidak memperparah luka lambung.

  1. Tidak Makan Pedas Secara Berlebihan

Capsaicin(zat yang terkandung dalam cabai) mungkin tidak secara langsung meningkatkan produksi asam lambung, tapi dapat merangsang saraf-saraf sensorik secara langsung pada lambung, sehingga dapat merangsang terjadinya nyeri. Perlu diingat bahwa toleransi  atau sensitivitas seseorang terhadap capsaicin sering kali berbeda, sebagai contoh ada orang yang hanya makan sedikit pedas sudah merasakan nyeri pada lambung, sebaliknya ada yang sangat kuat terhadap pedas. Oleh karena itu, kenalilah kondisi tubuh Sobat secara pribadi dan janganlah konsumsi makanan pedas secara berlebihan.

  1. Jangan Biarkan Perut Kosong

Pola makan yang dianjurkan untuk para penderita sakit maag yakni makan teratur dan sering tetapi dalam porsi kecil. Makan teratur seperti hingga lima kali sehari, dapat mencegah lambung menjadi kosong sehingga makanan yang ada dapat menetralisir dari asam lambung yang ada. Bagi para penderita maag, tidak disarankan makan secara berlebihan dalam satu kali porsi makan, hal ini dapat menyebabkan rasa begah dan mual yang tentu sangat mengganggu.

  1. Kurangi Makanan Pedas yang Berlemak

Makanan berlemak dapat membuat pengosongan isi lambung jadi melambat. Hal ini tentu bisa menyebabkan rasa begah pada penderita sakit maag. Konsumsi makanan pedas berlemak secara berlebihan tentu tidak dianjurkan.

Nah, sekarang Sobat sudah tahu tipsuntuk tetap makan pedas tanpa menimbulkan sakit maag.Jangan lupaya, penyakitmaagtidak melulu hanya disebabkan oleh makanan pedas saja.Anjuran makan yang rutin pada penderita maag tetap harus dijalankan, seperti makan sering dengan porsi kecil dan kurangi makanan berlemak.

Oleh karena itu, apabila kalian merasakan gejala maag, konsultasikan dengan dokter. Jika membutuhkan produk kesehatan terkait maag maupun informasi kesehatan lain, dapat diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat!instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka:

  1. Gastritis. Dalam: Setiati S, et al, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1768-71.
  2. Imatake K, Matsui T, Moriyama M. The effect and mechanism of action of capsaicin on gastric acid output. J Gastroenterol. 2009;44(5):396-404.
  3. Santyanarayana MN. Capsaicin and Gastric Ulcers. Crit Rev Food Sci Nutr. 2006;46(4):275-328.
  4. Sipponen P, Maaroos HI. Chronic Gastritis. Scand J Gasroenterol. 2015;50(6):657-667.
  5. Tarigan P. Tukak Gaster. In: Setiati S, et al, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi VI. Interna Publishing. 2016:1781-1791.

Chat Asisten ProSehat aja