Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

5 Persiapan untuk Kondisi New Normal

Hingga saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung, dan para ahli pun belum yakin sampai kapan pandemi akan berakhir. Ini berlaku untuk seluruh negara, termasuk di Indonesia. Dengan berjalannya pandemi yang cukup lama, Sobat harus beradaptasi karena dunia akan memasuki fase New Normal. Sobat mungkin baru pertama kali mendengar istilah ini, apakah fase New Normal itu? Perlukah Sobat bersiap-siap untuk menghadapi fase New Normal?

Dikutip dari Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), fase New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan virus corona jenis baru, penyebab COVID-19.1 Dengan kata lain, fase New Normal adalah situasi dimana terdapat perubahan standar yang menjadi kondisi normal yang baru. Beberapa dari Sobat mungkin akan kembali bekerja di kantor dan melakukan aktivitas rutin lainnya, namun harus ditambahkan dengan perilaku social distancing dan protokol pencegahan lainnya dalam masa pandemi COVID-19. Semua hal ini dianggap standar yang baru sehingga menjadi normal yang baru. Sobat akan menghadapi rutinitas sehari-hari dengan perilaku yang berbeda, pastikan Sobat siap untuk menghadapi fase New Normal. Berikut adalah perilaku yang harus Sobat siapkan untuk fase New Normal:

  1. Social Distancing Dimanapun Berada

Perilaku social distancing sudah berjalan sekian lama seiring dengan masa pandemi COVID-19 ini. Tentu Sobat mungkin sudah terbiasa dengan social sistancing seperti bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) atau menghindari untuk berkumpul dengan teman-teman. Namun Sobat suatu saat akan kembali bekerja ke kantor, atau harus menggunakan angkutan umum. Selama pandemi ini berlangsung, social distancing tetap harus diterapkan. Pada saat di angkutan umum, berilah jarak 1 kursi kosong dengan penumpang lain dan jangan berjalan dalam kerumunan orang. Hal ini dikarenakan metoda penyebaran virus yang berupa droplet yang diproduksi oleh orang terinfeksi yang batuk atau bersin.2 WHO merekomendasikan untuk menjaga jarak minimal 1 meter antara Sobat dan orang lain.

  1. Selalu Gunakan Masker

Untuk Sobat yang akan kerja dan bepergian melalui tempat umum, pastikan selalu menggunakan masker. Masker merupakan pencegahan yang efektif agar virus tidak masuk melalui hidung dan mulut Sobat. Lebih efektif lagi jika orang yang sedang sakit menggunakan masker, sehingga sumber penyebarannya terhenti pada masker orang sakit tersebut. Masker harus digunakan secara benar untuk dapat bekerja dengan efektif. Pastikan masker Sobat menutupi bagian hidung dan mulut dengan rapat. Masker bedah memiliki tingkat efektivitas paling tinggi.4 Apabila Sobat ingin membeli atau membuat masker buatan sendiri, pilihlah yang berbahan 100% katun karena memiliki efektivitas yang cukup tinggi dibandingkan bahan lain.

  1. Jangan Lupa untuk Mencuci Tangan

Virus COVID-19 dalam bentuk droplet tidak hanya dibatukkan saja lalu menghilang. Droplet penuh virus dapat menempel pada permukaan-permukaan benda di sekitar Sobat. Pada permukaan plastik dan stainless steel virus dapat bertahan hingga 72 jam, selain itu pada kardus dapat bertahan hingga 24 jam dan pada tembaga hanya bertahan hingga 4 jam.6 Sebelum Sobat makan atau menyentuh wajah, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Mencuci tangan menggunakan air mengalir dengan sabun atau dengan hand sanitizer berbasis alkohol cukup untuk membunuh virus tersebut.

  1. Jagalah Kesehatan Tubuh

Makan makanan yang bergizi, minumlah yang cukup, rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan jangan lupa untuk menghindari alkohol dan rokok. Jalanilah hidup Sobat dengan pola hidup yang sehat. Semua hal ini akan berdampak terhadap sistem imun tubuh Sobat. Jika imun tubuh sobat sedang tidak optimal, infeksi lebih mudah terjadi.

  1. Vaksin untuk Mencegah Infeksi Lain

Sobat dapat melakukan vaksinasi untuk mencegah tubuh terinfeksi oleh penyakit lain. Salah satu contoh vaksinasi berupa vaksin influenza. Vaksin influenza akan membuat tubuh Sobat menjadi lebih tidak rentan terhadap virus yang memiliki tanda dan gejala yang mirip dengan COVID-19. Vaksin influenza dapat mengurangi 60% angka kejadian kasus pada orang yang dibawah 65 tahun, dan dapat menurunkan 50-60% angka rawat inap pada orang lanjut usia.7 Lalu, untuk mengurangi kunjungan Sobat ke rumah sakit, manfaatkan layanan Drive Thru seperti yang disediakan ProSehat, untuk meminimalisir kontak.

Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

DAFTAR PUSTAKA

  1. Ariansyah A. Ketika Semua Harus Memulai Fase “New Normal” Hadapi COVID-19 [Internet]. BNPB. [cited 2020 May 19]. Available from: https://bnpb.go.id/berita/ketika-semua-harus-memulai-fase-new-normal-hadapi-covid19-1
  2. Shereen MA, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: Origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. J Adv Res. 2020 Jul 1;24:91–8.
  3. Coronavirus [Internet]. [cited 2020 May 19]. Available from: https://www.who.int/westernpacific/health-topics/coronavirus
  4. Bowen LE. Does That Face Mask Really Protect You? Appl Biosaf. 2010 Jun 1;15(2):67–71.
  5. Davies A, Thompson K-A, Giri K, Kafatos G, Walker J, Bennett A. Testing the efficacy of homemade masks: would they protect in an influenza pandemic? Disaster Med Public Health Prep. 2013 Aug;7(4):413–8.
  6. van Doremalen N, Bushmaker T, Morris DH, Holbrook MG, Gamble A, Williamson BN, et al. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. N Engl J Med. 2020 Apr 16;382(16):1564–7.
  7. Hamborsky J, Kroger A, Wolfe C, National Center for Immunization and Respiratory Diseases (U.S.), Communication and Education Branch. Epidemiology and prevention of vaccine-preventable diseases. 2015.

Chat Asisten ProSehat aja