Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

5 Cara Diet Alami yang Kekinian, Patut Dicoba Nih!

Tubuh yang sehat merupakan dambaan setiap orang, termasuk di dalamnya tubuh dengan berat badan ideal. Tak bisa dipungkiri, berat badan berlebih memiliki risiko penyakit tersendiri. Namun, cara-cara yang dilakukan Sahabat untuk menurunkan berat badan harus merupakan cara yang terbukti efektif dan aman. Jangan sampai program diet Sahabat malah memberi dampak buruk pada tubuh.

Berikut ini dibahas 5 cara diet alami yang terbukti secara ilmiah dan patut dicoba loh!

1. HINDARI MAKANAN YANG DIPROSES INSTANT

Konsumsi makanan terproses semakin lama semakin meningkat. Padahal, makanan yang diproses mengandung lebih banyak lemak, lemak tersaturasi, gula, natrium (garam), dan lebih padat energi dibandingkan makanan-makanan yang alami. Hal ini berarti untuk volume yang sama atau untuk mencapai rasa kenyang yang sama, makanan terproses mengandung lebih banyak kalori dibandingkan makanan alami. Terlebih lagi, makanan terproses biasanya minim nutrisi, misalnya protein dan mineral.

Jadi, Sahabat hanya mendapat banyak energi tetapi kebutuhan gizi tubuh tidak terpenuhi. Makanan terproses juga relatif lebih adiktif dan terasosiasi dengan adiksi makanan. Contoh makanan yang termasuk makanan terproses adalah roti putih, permen, cokelat, es krim, minuman bersoda, jus buah yang dimaniskan, keju, margarin, camilan kentang (potato chips), biskuit, dan sereal. Makanan terproses tidak hanya terkait dengan obesitas, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit-penyakit tidak menular lainnya, seperti diabetes dan penyakit jantung.

2. MINUM LEBIH BANYAK AIR

Air diduga mencetuskan stimulus pada persarafan simpatik, yang meningkatkan metabolisme tubuh. Minum air putih sebanyak 500 ml ditemukan meningkatkan metabolisme tubuh sebesar 30%. Peningkatan metabolisme tubuh berarti terdapat peningkatan pembakaran kalori. Suatu penelitian menemukan bahwa peningkatan konsumsi air sebanyak 1.500 ml per hari (penambahan konsumsi air 500 ml setengah jam sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam) di luar konsumsi air harian normal seseorang dapat menurunkan berat badan hampir 1,5 kg setelah delapan minggu.

Sebaliknya, dehidrasi, bahkan dalam derajat yang ringan, memperlambat metabolisme sehingga memperlambat proses penurunan berat badan. Selain itu, peningkatan konsumsi air dapat menurunkan berat badan lewat sifatnya yang menurunkan nafsu makan. Tips minum lebih banyak air ini mungkin salah satu dari 5 cara diet alami yang paling mudah untuk Sahabat terapkan.

3. HINDARI MINUMAN MANIS

Sesuai yang telah disebutkan sebelumnya, produk terproses, termasuk minuman, mengandung lebih banyak gula dan kalori dibandingkan produk alami. Faktanya, minuman manis, atau yang lebih sering disebut dengan sugar-sweetened beverages (SSB) dalam tulisan ilmiah, disebut merupakan sumber terbesar gula tambahan dan kalori dalam gaya diet Amerika. Ditambah lagi, karena bentuknya yang cair, SSB diduga kurang menimbulkan rasa kenyang bahkan bila dibandingkan dengan makanan manis yang juga dianggap tidak sehat.

Konsumsi SSB terkait dengan penambahan berat badan dalam jangka panjang, obesitas, dan peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2 baik pada dewasa maupun anak-anak. Bila Sahabat mengganti satu porsi minuman manis Sahabat dengan satu porsi air putih sehari, tanpa usaha lain pun pertambahan berat badan Sahabat otomatis akan lebih rendah 0,49 kg dalam kurun waktu empat tahun. Hindari SSB seperti jus buah siap beli yang biasanya sudah dimaniskan, minuman bersoda, teh manis siap minum, dan lain-lain.

4. DIET INTERMITEN

Diet yang ‘tradisional‘ biasanya menggunakan strategi daily calorie restriction, di mana konsumsi kalori dikurangi setiap hari. Baru-baru ini terdapat diet yang disebut intermittent fasting (IF). Prinsip diet IF adalah mengadakan suatu periode tanpa asupan kalori atau setidaknya dengan pembatasan kalori. Periode ini bervariasi, dapat berupa beberapa jam (16-48 jam), selang-seling satu hari penuh, atau bahkan lebih dari dua hari.

Penelitian berkualitas yang membahas IF masih jarang. Namun, penurunan berat badan yang dicapai lewat metode IF telah terbukti, meski ditemukan hasilnya tidak berbeda dengan metode diet tradisional. Diduga bahwa IF memiliki faktor psikologis dalam efek penurunan berat badannya, dimana pembatasan jam makan menurunkan kemungkinan mengemil malam hari yang dapat berakibat makan berlebihan.

Hasil penelitian mengenai efek IF pada kesehatan masih saling mengontradiksi, misalnya tentang apakah IF menurunkan risiko penyakit jantung atau malah meningkatkannya, sehingga saat ini belum dapat ditarik kesimpulan. Namun, untuk saat ini metode IF dapat dicoba oleh Sahabat, setidaknya untuk jangka pendek. Metode ini mungkin paling efektif bagi Sahabat yang senang dengan batasan yang jelas dan konkrit dalam berdiet, dalam hal ini pembatasan waktu.

5. MAKAN LEBIH BANYAK MAKANAN TINGGI PROTEIN

Diet dengan peningkatan konsumsi protein saat ini semakin populer. Konsumsi protein yang lebih tinggi diduga mengubah sekresi beberapa hormon dan metabolisme tubuh sedemikian rupa sehingga mempercepat penurunan berat badan. Diet tinggi protein meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar, menurunkan rasa ingin makan, dan menurunkan porsi makan berikutnya.

Perlu diingat bahwa konsumsi protein dalam jumlah besar dapat membebani ginjal. Orang-orang dengan penyakit ginjal tidak boleh menggunakan diet ini. Konsumsi protein yang biasanya direkomendasikan adalah sebesar 0,8-1,2 gram protein per kilogram berat badan per hari. Diet yang terklasifikasi sebagai diet tinggi protein dan aman untuk orang-orang dengan ginjal yang sehat adalah 1,2-1,5 gram protein per kilogram berat badan per hari. Contoh makanan yang dapat Sahabat konsumsi sebagai sumber protein adalah telur, daging, ikan, susu, dan kacang-kacangan.

Apapun cara diet Sahabat, pastikan bahwa tujuan penurunan berat badanmu adalah bagian dari tujuan yang lebih besar: agar Sahabat semakin sehat! Pola pikir tersebut dapat membuat Anda tidak sembarangan berdiet dan hasilnya pun lebih tahan lama. Mari coba kelima cara diet alamidi atas!

Selain itu, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

DAFTAR PUSTAKA

1. Vij VA, Joshi AS. Effect of ‘Water Induced Thermogenesis’ on Body Weight, Body Mass Index and Body Composition of Overweight Subjects. J Clin Diagn Res JCDR. September 2013;7(9):1894–6.
2. Dubnov-Raz G, Constantini NW, Yariv H, Nice S, Shapira N. Influence of water drinking on resting energy expenditure in overweight children. Int J Obes. Oktober 2011;35(10):1295–300.
3. Cuenca-Sánchez M, Navas-Carrillo D, Orenes-Piñero E. Controversies Surrounding High-Protein Diet Intake: Satiating Effect and Kidney and Bone Health. Adv Nutr. 1 Mei 2015;6(3):260–6.
4. Pesta DH, Samuel VT. A high-protein diet for reducing body fat: mechanisms and possible caveats. Nutr Metab. 19 November 2014;11(1):53.
5. Westerterp-Plantenga MS, Lemmens SG, Westerterp KR. Dietary protein – its role in satiety, energetics, weight loss and health. Br J Nutr. Agustus 2012;108(S2):S105–12.
6. Juul F, Hemmingsson E. Trends in consumption of ultra-processed foods and obesity in Sweden between 1960 and 2010. Public Health Nutr. Desember 2015;18(17):3096–107.
7. Moubarac J-C, Martins APB, Claro RM, Levy RB, Cannon G, Monteiro CA. Consumption of ultra-processed foods and likely impact on human health. Evidence from Canada. Public Health Nutr. Desember 2013;16(12):2240–8.
8. Popkin BM, Adair LS, Ng SW. Global nutrition transition and the pandemic of obesity in developing countries. Nutr Rev. 1 Januari 2012;70(1):3–21.
9. Hu FB. Resolved: there is sufficient scientific evidence that decreasing sugar-sweetened beverage consumption will reduce the prevalence of obesity and obesity-related diseases. Obes Rev. 1 Agustus 2013;14(8):606–19.
10. Mattes RD, Campbell WW. Effects of food form and timing of ingestion on appetite and energy intake in lean young adults and in young adults with obesity. J Am Diet Assoc. Maret 2009;109(3):430–7.
11. Changes in water and beverage intake and long-term weight changes: results from three prospective cohort studies | International Journal of Obesity [Internet]. [dikutip 19 Agustus 2018]. Tersedia pada: nature.com/articles/ijo2012225
12. Trepanowski JF, Kroeger CM, Barnosky A, Klempel MC, Bhutani S, Hoddy KK, dkk. Effect of Alternate-Day Fasting on Weight Loss, Weight Maintenance, and Cardioprotection Among Metabolically Healthy Obese Adults: A Randomized Clinical Trial. JAMA Intern Med. 1 Juli 2017;177(7):930–8.
13. Varady KA. Intermittent versus daily calorie restriction: which diet regimen is more effective for weight loss? Obes Rev. 1 Juli 2011;12(7):e593–601.

WhatsApp Asisten Maya saja