Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

3 Fakta Oral Seks yang Perlu Anda Ketahui

Konon katanya hubungan intim atau hubungan seksual menjadi salah satu faktor keharmonisan rumah tangga. Mungkin Sobat pun termasuk salah satu yang setuju dengan pernyataan tersebut. Setiap pasangan tentu memiliki cara tersendiri untuk melakukan dan menyenangkan pasangannya dalam hal seksual. Oral dan anal seks bisa menjadi variasi seksual yang dijadikan alternatif bagi sejumlah pasangan.

Nah, berikut ini ada 3 fakta menarik seputar oral seks yang perlu Sobat ketahui:

1. Berkaitan dengan Kanker Tenggorokan

Waduh! Cukup mengerikan ya Sobatjika sudah mendengar kata “kanker’. Ya, kanker tenggorokan memang berkaitan dengan aktivitas oral seks. Namun bukan karena oral seks secara langsung, tapi karena virus Human Papilovirus (HPV) yang dapat ditularkan dari orang ke orang saat berhubungan seksual. Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa jenis kanker orofaring (bagian tengah tenggorokan) dan amandel dapat disebabkan oleh jenis HPV tertentu. Pada awal tahun 2000-an, para ilmuwan dapat menggunakan tes DNA tingkat lanjut untuk menemukan HPV 16 pada banyak kasus kanker baru.

Sebuah penelitian dari New England Journal of Medicine pada tahun 2007 menunjukkan risiko lebih besar untuk kanker orofaring pada orang yang pernah melakukan oral seks dengan setidaknya enam pasangan yang berbeda.

2. Meningkatkan Relasi Keintiman dengan Pasangan

Dalam beberapa hubungan dewasa, oral seks dapat meningkatkan hubungan dan menambah kedekatan pada partner, tapi tidak berlaku pada semua pasangan. Jika Anda termasuk individu yang memikirkan faktor higienitas, tentu tidak serta merta mau melakukan oral seks. Selain itu, ada pula sejumlah pasangan yang bingung bagaimana cara melakukannya dan takut pada reaksi dari pasangannya tersebut.

3. Berisiko Terkena HIV

prosehat hiv aids

Penyakit akibat hubungan seksual, termasuk HIV, herpes, sifilis, gonorea, HPV dan hepatitis dapat ditularkan melalui oral seksdenganpasangan yang tertular HIV. Risikonya bergantung pada banyak hal, seperti berapa banyak pasangan seksual yang dimiliki, jenis kelamin, dan tipe oral seks yang dilakukan. Menggunakan pelindung seperti kondom dapat mengurangi risiko. Namun, banyak orang tidak tahu risikonya, dan tetap melakukannya tanpa perlindungan.

Risiko terkena HIV pada anal seks dan oral seks cukup tinggi, terutama jika salah satu partner adalah HIV positif. Anal seks merupakan hubungan seksual yang melibatkan atau memasukkan penis ke dalam anus, sedangkan oral seks adalah hubungan seksual yang melibatkan penis dan mulut. Sobat dapat menurunkan risiko mendapatkan dan menularkan HIV dengan menggunakan kondom dengan cara yang benar setiap kali berhubungan seks, memilih aktivitas seksual berisiko rendah, minum obat setiap hari untuk mencegah HIV yang disebut pra-paparan profilaksis (PrPP) dan minum obat untuk mengobati HIV jika Anda memiliki HIV yang disebut antiretroviral (ART).

Memberikan oral seks pada seorang pria telah terbukti dapat menularkan HIVbilasalahsatupasangantertular HIV, meskipun sebagian tetap percaya bahwa risikonya rendah. Risiko meningkat jika orang yang memberikan seks oral memiliki luka atau goresan di mulutnya, bahkan jika luka tersebut kecil yang diakibatkan oleh menggosok gigi sebelum berhubungan seksual. Bilaingin melakukan seks oral yang lebih aman, hindari air mani pada mulut, baik dengan cara menggunakan kondom maupun menghentikan oral seks sebelum ejakulasi.

Memberikan oral seks pada wanita juga memiliki risiko relatif rendah. Kemungkinan infeksi lebih tinggi jika ada darah menstruasi, jika wanita tersebut memiliki penyakit akibat hubungan seksual lainnya selain HIV, atau jika orang yang melakukan seks oral memiliki luka di mulutnya.

Oleh karena itu, Sobat perlu mengetahui, apa itu seks yang aman?Artinya adalah berhubungan seks hanya dengan satu pasangan ketika tidak ada satupun dari Anda yang memiliki penyakit akibat hubungan seksual. Namun, ahli kesehatan berpendapat bahwa semua jenis hubungan seksual dapat memiliki risiko. Sebagai contoh, berciuman dianggap merupakan tindakan yang aman, tapi ternyata dapat menularkan herpes jika salah satu pasangan memilikinya.

Nah, berikut ini sejumlah tips yang berkaitan dengan berhubungan seks yang aman:

  • Diskusikan dahulu riwayat seksual dan penggunaan narkoba bersama dengan pasangan.
  • Untuk oral seks, bantu lindungi mulut dengan meminta pasangan menggunakan kondom.
  • Hindari minuman alkohol atau menggunakan narkoba karena dapat meningkatkan masalah seks berisiko tinggi.
  • Lakukan tes pap smear reguler dan tes periodik untuk penyakit akibat hubungan seksual.
  • Periksa tubuh Anda dan pasangan, apakah terdapat tanda–tanda penyakit akibat hubungan seksual seperti nyeri, lepuh, ruam atau keluarnya cairan. Jika Anda tidak yakin, berkonsultasilah dengan dokter.

Itulah sederet informasi yang berkaitan dengan oral dan anal seks yang bisa Anda pahami. Bila Sobat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan lain, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka

  1. 4 Things You Didn’t Know Abut Oral Sex – webmd.com/sex-relationships/features/4-things-you-didnt-know-about-oral-sex#1, diakses padatanggal 19-11-2018
  2. Anal sex and HIV Risk – cdc.gov/hiv/risk/analsex.html, diakses pada tanggal 19-11-2018
  3. Problems with oral and anal sex – netdoctor.co.uk/ask-the-expert/sex-faqs/a1514/problems-with-oral-and-anal-sex/, diakses pada tanggal 19-11-2018
  4. How risky is oral sex – hivinsite.ucsf.edu/hiv?page=basics-00-08, diaskes pada tanggal 19-11-2018
  5. Safer Sex Guideline – hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/gynecological_health/safer_sex_guidelines_85,P00585, diakses pada tanggal 19-11-2018