Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

10 Tanya Jawab Seputar Leukemia Yang Perlu Kamu Ketahui

Mendengar “kanker” saja mungkin membuat sebagian orang bergidik ngeri, termasuk salah satunya “kanker darah ” alias leukemia. Belakangan ini berita tentang leukemia makin sering Sobat temukan, apalagi sejak salah satu penyanyi ternama Indonesia mengungkapkan kalau putri semata wayangnya mengidap leukemia. Alhasil muncul beragam pertanyaan terkait penyakit ini. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang leukemia, yuk simak info berikut ini:

1. Apa Itu Leukemia?

Leukemia adalah kanker yang terbentuk pada awal pembentukan sel darah di sum-sum tulang belakang. Pada umumnya, leukemia adalah kanker sel darah putih, tapi sebagian bukan. Leukemia terjadi karena proses pembentukan sel darah tidak normal. Sel induk darah gagal terbentuk dan tidak matang tepat pada waktunya. Akibatnya jumlahnya berlebihan dan berkembang menjadi sel myeloid dan limphoid (dua tipe sel darah putih abnormal). Jika jumlah sel abnormal tersebut semakin banyak, maka fungsi sel darah putih yang tadinya hanya bertugas melindungi dan melawan infeksi, berubah menjadi sel ganas yang menyebabkan gejala menyimpang.

2. Apakah Leukemia Menular?

TIDAK!Berbeda dengan infeksi, leukemia bukanlah penyakit yang menular. Sampai sekarang ilmu kedokteran belum mengidentifikasi satu zat tertentu dan khusus yang menyebabkan leukemia.

Baca Juga: Kupas Tuntas Leukemia Pada Anak

3. Ada Berapa Jenis Leukemia?

Leukemia terdiri dari dua tipe yaitu leukemia akut dan leukemia kronis. Sebagian besar anak kecil menderita leukemia tipe akut dan muncul pada usia 2 – 5 tahun. Pada Leukemia akut, sel-sel yang belum matang (sel blast) berkembang dengan cepat, harus segera ditangani bila tidak maka leukemia akut akan menjadi fatal dengan cepat. Sedangkan pada leukemia kronis, lebih banyak dialami oleh orang dewasa dan lebih lambat perkembangannya.

Leukemia akut juga memiliki beberapa tipe, yaitu:

  • Leukemia limfositik akut (LLA), 3 dari 4 anak menderita leukemia jenis ini dan penyakit ini juga terdapat pada dewasa, terutama yang telah berusia 65 tahun atau lebih.
  • Leukemia mielositik akut (LMA), Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
  • Leukemia campuran, merupakan leukemia campuran jenis LLA dan LMA

Leukemia kronis juga memiliki beberapa tipe, yaitu:

  • Leukemia limfositik kronis (LLK). Leukemia jenis ini jarang diderita anak- anak dan lebih sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun.
  • Leukemia mielositik kronis (LMK), leukemia jenis ini jarang diderita anak, umumnya sering terjadi pada orang dewasa.

Baca Juga: 7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

4.Apa Saja Gejala Leukemia?

Ketika leukemia terbentuk di sum-sum tulang belakang, dia akan mengganggu pembentukan sel darah, sehingga terjadi penurunan pada sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Gejala yang dapat dirasakan bila sel darah merah turun antara lain adalah kelelahan, sakit kepala, kulit pucat serta napas anak pendek. Gejala lain yang ditemukan karena penurunan sel darah putih dan trombosit antara lain adalah demam, sering mengalami infeksi, gampang memar dan berdarah (pada gusi atau dari hidung).

5. Leukemia Penyakit Keturunan atau Tidak?

Anak yang memiliki anggota keluarga pernah terkena leukemia memiliki risiko yang lebih tinggi menderita leukemia dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki anggota keluarga yang pernah terkena leukemia.

Baca Juga: 7 Pose Yoga Untuk Mencegah Osteoporosis

6. Leukemia Lebih Banyak Menyerang Anak-anak atau Dewasa?

Perlu diketahui penyakit kanker paling banyak diderita anak-anak di Indonesia adalah leukemia atau kanker darah, lalu jenis kanker selanjutnya ialah kanker mata primer atau retinoblastoma.Lebih dari 300.000 anak telah didiagnosis menderita penyakit kanker setiap tahunnya di seluruh dunia, dengan presentase kesembuhan hanya 20 persen. Menurut IDAI (2017), leukemia pada anak merupakan suatu jenis penyakit keganasan tersering. Angka kejadian leukemia di Indonesia adalah ¾ kasus dari seluruh kasus keganasan pada anak.

7. Bagaimana Cara Pengobatan Leukemia?

Pengobatan leukemia antara lain kemoterapi, radioterapi dan transplantasi sumsum tulang. Pengobatan leukemia yang paling umum adalah kemoterapi – tanpa atau dengan disertai radioterapi. Kemoterapi berupa pemberian beberapa obat antikanker melalui infus atau diminum, sedangkan radioterapi adalah pengobatan kanker melalui paparan sinar radiasi. Terapi yang umumnya diberikan adalah kombinasi antara kemoterapi dan transplantasi autologous stem cell/sel punca (mengambil stem cell sedikit dari sumsum, dikembangbiakan di dalam laboratorium untuk kemudian dikembalikan ke dalam tubuh).

8. Benarkah Donor Sumsum Tulang Bisa Menyelamatkan Penderita Leukemia?

Negara Cina mulai melakukan transplantasi sum-sum tulang belakang sejak 1964. Transplantasi sumsum tulang belakang merupakan salah satu cara yang dapat memperpanjang usia hidup pasien leukemia. Leukemia terjadi karena sumsum tulang gagal memproduksi sel-sel darah yang diperlukan tubuh. Transplantasi dapat menggantikan sumsum tulang yang tak berfungsi dengan baik. Angka kekambuhan bagi anak yang sudah menjalani transplantasi sumsum tulang belakangpun kecil.

9. Penyakit Leukemia, Bisakah Disembuhkan?

Kemungkinan sembuh penderita leukemia tergantung dari beberapa faktor, antara lain:

  • Stadium saat pertama kali didiagnosa.
  • Usia penderita, anak-anak memiliki kemungkinan sembuh lebih besar.
  • Terapi yang memadai, bila melakukan kemoterapi tentu hasilnya lebih baik daripada yang menolak pengobatan.

Namun yang perlu dipahami adalah bagi penderita leukemia yang sudah dinyatakan sembuh masih harus checkup rutin, karena ada kemungkinan kambuh kembali.

10. Bagaimana Cara Merawat Penderita Leukemia?

  • Minum obat secara teratur.
    Keluarga harus mendampingi anak selama perawatan terutama saat minum obat. Keluarga juga harus mengerti efek samping yang dapat ditimbulkan dan tidak menghentikan pengobatan tanpa saran dari dokter
  • Melakukan pemeriksaan lanjutan secara berkala.
    Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan secara berkala selama perawatan. Oleh karena itu, keluarga harus selalu siap terhadap beberapa jenis pemeriksaan lanjutan.
  • Kebersihan rumah tangga dan pribadi.
    Kebersihan rumah dan pribadi harus diperhatikan karena pasien leukemia rentan terkena infeksi. Pakaian, kamar, dan peralatan rumah tangga harus selalu dirapikan dan dijaga kebersihannya. Hindari mengajak anak ke tempat ramai atau bersama dengan teman-teman yang sakit. Berikan masker saat keluar ruangan.
  • Sebisa mungkin hindari terjadi luka (pendarahan).
    Penderita leukemia harus berhati-hati dalam kegiatannya sehari-hari, sebab luka yang ringan dapat mengakibatkan pendarahan yang serius. Selain itu, jagalah tingkat kelembapan di lingkungan rumah, karena kekeringan pada mukosa hidung dapat memicu pendarahan pada hidung.

instal aplikasi prosehat

Referensi:
1. Karina N. TanyaDok.com | Serba Serbi Leukemia [Internet]. TanyaDok.com. 2018 [cited 18 July 2018]. Availablefrom: tanyadok.com
2. Supit T. TanyaDok.com | Cara penularan leukemia [Internet]. TanyaDok.com. 2018 [cited 18 July 2018]. Availablefrom: tanyadok.com
3. Penderita Leukemia Bisa Berumur Panjang [Internet]. detikHealth. 2018 [cited 18 July 2018]. Available from: health.detik.com
4. Chilhood Leukemia [Internet]. American Cancer Society. 2018 [cited 18 July 2018]. Available from: cancer.org
5. Hartanti L. TanyaDok.com | Penyakit leukemia, bisakah sembuh? [Internet]. TanyaDok.com. 2018 [cited 18 July 2018]. Available from: tanyadok.com
8. VIVA P. Leukemia, Kanker Nomor Satu Bagi Anak Indonesia – VIVA [Internet]. Viva.co.id. 2018 [cited 18 July 2018]. Availablefrom: viva.co.id
9. Media K. Transplantasi Sumsum Tulang, Perpanjang Usia Pasien Leukemia – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2018 [cited 18 July 2018]. Availablefrom: lifestyle.kompas.com
10. [Internet]. .ha.org.hk. 2018 [cited 18 July 2018]. Availablefrom: ha.org.hk

Chat Asisten ProSehat aja