Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Serba Serbi Suntik Difteri yang Perlu Diketahui

Suntik difteri. Siapa yang masih asing dengan suntik ini? Atau siapa di antara kita yang sudah mengenal suntik ini? Sudahkah anak Anda mendapatkan suntik difteri? Suntik difteri merupakan salah satu suntik penting yang sebaiknya tidak dilewatkan karena manfaatnya yang besar untuk anak ke depannya, dan tentu saja manfaat utamanya adalah untuk meminimalisir anak mengalami penyakit difteri. Memangnya apa sih yang dimaksud dengan penyakit difteri ini? Apa saja bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh penyakit difteri?

Penyakit difteri merupakan penyakit menular dan merupakan salah satu infeksi serius dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Penyakit ini tentu saja akan semakin berbahaya dampaknya ketika menyerang anak kecil, mengingat daya imun anak belum sebagus orang dewasa – alias daya imun anak lebih lemah. Difteri merupakan infeksi bakteri yang akan menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan dan dapat menyerang kulit. Penyakit difteri merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia di mana hal ini didukung oleh pernyataan World Health Organization (WHO) yang menyatakan bahwa Indonesia menyumbang 342 kasus dari 7.097 kasus difteri dunia pada tahun 2016.

Angka yang cukup mengerikan bukan? Tidak heran jika kasus difteri ini membuat Indonesia berada di peringkat ke-dua dunia setelah India. Angka kematian di Indonesia yang  disebabkan difteri pun bisa dibilang tidak sedikit, yaitu dari 3353 kasus difteri tercatat ada 110 orang yang meninggal dunia. Bahkan parahnya lagi, dari 90 persen orang yang terjangkit penyakit difteri ini tidak memiliki riwayat imunisasi difteri lengkap yang berarti saat kecil sebagian besar masyarakat tidak melakukan imunasi difteri. Lho, memangnya ada suntik difteri? Lalu kapankah waktu yang tepat untuk melakukan suntik difteri ini? Apakah ada dampak yang timbul dari melakukan suntik difteri?

Program Suntik Difteri Pemerintah

Mengingat betapa bahayanya penyakit difteri di kemudian hari, maka pemerintah menggalakkan suntik difteri sejak dini – alias sejak kanak-kanak. Melakukan suntik difteri sejak kanak-kanak meminimalisir datangnya penyakit ini ketika kita sudah beranjak dewasa dan menariknya lagi suntik difteri ini dibagi menjadi beberapa tahap untuk memperkuat daya tahan tubuh kita mengingat daya kekebalan tubuh kita bisa menurun seiring dengan berjalannya waktu. Beberapa dokter bahkan menyatakan jika imunisasi difteri ini berhasil meminimalisir datangnya penyakit ini di kemudian hari sebanyak 95 persen. Angka yang sangat fantastis bukan? Menariknya lagi, program pemerintah ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis sehingga sayang untuk dilewatkan.

Lalu kapankah sebaiknya kita memberikan suntik difteri ini untuk anak? Apakah ada batas maksimal usia bagi kita yang sudah dewasa untuk mendapatkan suntik difteri ini? Sebagai orang tua, kita sebaiknya memahami betul apa yang dimaksud dengan suntik difteri ini mengingat banyaknya kabar burung yang beredar mengenai suntik difteri. Yup, diberikannya suntik difteri secara gratis oleh pemerintah justru membuat masyarakat ragu manfaat apakah yang akan kita dapatkan dengan melakukan suntik ini – bahkan tidak sedikit orang yang berasumsi jika suntik difteri tidak halal.

Apakah suntik difteri ini aman untuk dilakukan? Apakah ada dampak yang mungkin muncul di kemudian hari apabila kita tidak melakukan suntik difteri ini sejak dini? Seberapa sering kita perlu melakukan suntik difteri ini untuk mencegah penyakit difteri datang di kemudian hari? Berikut adalah serba-serbi suntik difteri yang sebaiknya kita ketahui, yaitu kaum orang tua untuk kebaikan anak kita:

1. Tidak seperti vaksin penyakit lainnya, vaksin penyakit difteri tidak berdiri sendiri alias vaksin disteri ini merupakan kombinasi antara vaksin tetanus dengan pertusis. Jenis dari vaksin disteri sendiri bisa kita bedakan menjadi empat jenis, yaitu DPT, DTaP, DT, TdaP, dan Td. Lalu sebenarnya apa perbedaan dari berbagai jenis vaksin disteri ini?

2. Yup, jawabannya tepat sekali. Perbedaan dari keempat jenis vaksin disteri ini adalah masa pemberiannya, di mana vaksin DTaP dan DT ditujukan untuk anak yang berusia dua hingga 11 bulan. Kemudian dua jenis vaksin disteri sisanya, yaitu jenis vaksin disteri Tdap dan Td ditujukan untuk anak yang berusia lebih besar, yaitu untuk anak yang sudah berusia di atas tujuh tahun. Kedua jenis vaksin ini juga digunakan untuk kita yang sudah beranjak dewasa hingga batas usia 64 tahun.

3. Namun, sebenarnya apa sih beda vaksin difteri DTaP dan DT ini? Vaksin  difteri ini jarang menyebabkan demam ringan pada anak, kulit yang menjadi kemerahan, nyeri, serta pembengkakan pada area sekitar penyuntikan. Namun, kita tidak perlu khawatir tentang efek samping yang timbul karena biasanya hanya berlangsung selama satu hingga dua hari. Ketika hal ini terjadi, kita bisa memberikan obat pereda nyeri ataupun dengan memberikan kompres untuk meredakan efek samping yang timbul.

4. Lalu apa yang dimaksud dengan suntik difteri TdaP dan Td? Kedua jenis suntik ini adalah suntik lanjutan alias suntik yang akan diberikan setelah anak melakukan vaksinasi difteri awal. Suntik difteri ini akan diberikan untuk anak pada rentang usia 7 hingga <19 tahun dan sebaiknya diulangi setiap 10 tahun sekali di mana suntik ini berfungsi sebagai booster, alias penguat daya tahan tubuh kita sehingga difteri tidak akan menyerang kita di kemudian hari.

5. Kapan sebaiknya kita berhenti melakukan suntik difteri? Suntik difteri merupakan suatu jenis suntik yang sangat disarankan untuk dilakukan dan akan semakin baik apabila kita melakukannya dengan rutin. Suntik difteri sendiri bukan saja hanya meminimalisir datangnya penyakit difteri pada kita, tetapi juga penyakit pertusis dan tetanus yang sama-sama membahayakan keselamatan nyawa kita.

6. Suntik difteri sangatlah disarankan untuk dilakukan bagi anak kita terutama sejak dini, yaitu di bawah 7 tahun hingga nanti mereka berusia 40 tahun. Melakukan suntik difteri secara lengkap terbukti 90 persen menjauhkan kita dari berbagai penyakit mematikan dan pastinya meningkatkan daya tahan tubuh kita dari waktu ke waktu.

7. Satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan ketika melakukan suntik difteri adalah anak harus dalam kondisi yang benar-benar fit, alias sedang tidak sakit. Ketika kita akan melakukan suntik difteri sebaiknya kita berkonsultasi pada dokter mengenai ada tidaknya alergi yang dimiliki oleh anak untuk meminimalisir dampak dari suntik difteri yang bisa muncul.

So, bagaimana? Pastinya sudah paham kan mengenai suntik difteri? Melakukan suntik difteri adalah suatu hal yang sangat disarankan mengingat hal ini sangatlah efektif untuk menimalisir datangnya penyakit berbahaya pada tubuh kita di kemudian hari. So, tunggu apalagi untuk melakukan suntik difteri? Yuk segera ke Puskemas terdekat!

 

WhatsApp Asisten Maya saja