Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

SEPUTAR CAMPAK PADA ANAK YANG HARUS DIKETAHUI ORANGTUA

 

Campak merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus RNA dari genus Morbilivirus dan family Paramyxoviridae. Virus ini dapat bertahan selama dua jam di udara maupun permukaan. Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak. Insiden tertinggi usia terkena campak adalah pada anak usia 1-2 tahun. Data yang dilansir dari Kemenkes menunjukkan setiap tahun dilaporkan lebih dari 11.000 kasus suspek campak, 12–39% di antaranya terkonfirmasi laboratorium. Selama kurun waktu lima tahun (2010-2015), diperkirakan terdapat 23.164 kasus campak.

Penderita akan mendapati gejala berupa demam tinggi, mata merah, hidung beringus, nyeri, lemas, hilang nafsu makan, dan diare. Lalu, dua hingga empat hari kemudian muncul ruam diseluruh tubuhnya dan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Campak menular lewat droplet saat penderita bersin atau batuk. Pada dasarnya campak dapat menginfeksi semua orang terlebih pada balita yang belum mendapat vaksinasi campak. Komplikasi campak antara lain diare, infeksi telinga, bronkitis, infeksi paru (pneumonia), infeksi otak (ensefalitis), dan kebutaan.

Kesembuhan campak bergantung dari daya tahan tubuh penderita. Pengobatan campak umumnya bersifat mengurangi gejala. Hal yang dapat anda lakukan adalah memberikan penurun panas, mencukupi kebutuhan cairan, dan memberikan vitamin A. Untuk menjaga kebersihan anak yang terkena campak masih boleh dimandikan dengan air hangat.

Campak dapat dicegah dengan vaksinasi. Lakukan pencegahan campak dengan vaksinasi campak atau MR yang merupakan vaksin gabungan campak dan campak jerman. Dosis pertama imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan lalu booster usia 12-15 bulan, dan dosis selanjutnya usia 4-6 tahun.

Hampir 95% anak yang diimunisasi campak tidak akan terkena campak. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan bahwa dengan bertambahnya usia daya tahan tubuh dapat menurun. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melengkapi status imunisasi dengan melakukan imunisasi ulangan. Apabila status imunisasi tidak lengkap dikhawatirkan akan berpeluang terinfeksi campak.

Nah, sekarang ada cara praktis untuk melakukan imunisasi. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

Referensi:

  1. Cdc.gov. (2017). Measles | Vaccination | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/measles/vaccination.html [Accessed 25 Jan. 2018].
  2. Lestari, C. TanyaDok.com | Campak | Page 8 of 8. [online] TanyaDok.com. Available at: https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/campak/8 [Accessed 25 Jan. 2018]
  3. Suci H. TanyaDok.com | Dari A-Z tentang Sakit Campak [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Available from: https://www.tanyadok.com/anak/dari-a-z-tentang-sakit-campak
  4. STATUS CAMPAK DAN RUBELLA SAAT INI DI INDONESIA [Internet]. Searo.who.int. 2017 [cited 5 February 2018]. Available from: http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/mr_measles_status.pdf?ua=1

WhatsApp Asisten Maya saja