Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Penyebab Bayi Kuning Setelah Lahir dan Cara Mencegahnya

Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Penumpukan Bilirubin pada Darah yang Menjadi Penyebab Bayi Kuning Setelah Lahir

Sebenarnya faktor risiko penyebab bayi kuning setelah lahir bisa terdeteksi sejak dini. Juga dapat dicegah dengan beberapa prosedur. Misalnya dengan memperhatikan kesehatan ibu hamil sehingga tidak sampai harus melahirkan dalam kondisi prematur. Atau dengan melakukan perencanaan kehamilan dengan matang ketika ibu memiliki rhesus negatif, sementara rhesus darah sang suami adalah positif.

Sahabat Sehat mungkin tidak asing dengan istilah “bayi kuning” yang kerap dialami bayi baru lahir. Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi adanya perubahan warna kulit dan mata bayi yang terlihat kuning. Sahabat Sehat, apa penyebab kondisi ini dan bagaimana cara mencegahnya ? Mari simak penjelasan berikut.

Penyebab Bayi Kuning Setelah Lahir

Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi mengandung zat bilirubin dalam jumlah yang berlebihan. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum dialami terutama pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur), dan pada beberapa bayi yang diberikan susu formula.

Penyakit biasanya terjadi karena hati bayi belum cukup matang untuk menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah. Bayi beresiko tinggi menderita penyakit kuning, jika mengalami berbagai kondisi berikut :

  • Bayi lahir prematur, yaitu sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu
  • Bayi kurang minum asi maupun susu formula
  • Perdarahan pada saat proses bersalin
  • Gangguan hati
  • Infeksi dalam tubuh
  • Penyebab lain, seperti gangguan enzim dan abnormalitas sel darah merah
  • Rhesus darah ibu adalah negatif, sementara sang ayah adalah positif

Gejala Bayi Kuning

Sahabat Sehat dapat mendeteksi penyakit kuning dari kulit dan mata Si Kecil, yang mulai tampak pada hari ke 2-4 sejak dilahirkan. Warna kekuningan dapat mulai terlihat pada area wajah (biasanya kulit dan bagian putih mata bayi) dan kemudian meluas ke seluruh tubuh. Kadar bilirubin meningkat mulai pada hari ke 3-7 sejak dilahirkan.

Urine bayi yang mengalami gejala bayi kuning biasanya berwarna kuning pekat. Untuk tinjanya akan berwarna lebih pucat. Selain itu, telapak tangan bayi dan telapak kakinya yang seharusnya putih kemerahan justru tampak berwarna kekuningan.

Bayi yang mengalami bayi kuning setelah dilahirkan perlu mendapat pertolongan segera. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan bayi mengalami komplikasi serius seperti:

  • Kerusakan otak akibat penumpukan bilirubin (kernikterus)
  • Cerebral Palsy
  • dan Gangguan Pendengaran

Tips Mencegah dan Mengatasi Penyakit Bayi Kuning

Untuk mencegah bayi menderita penyakit kuning, Sahabat Sehat dianjurkan memberikan susu yang cukup sebanyak 8 hingga 12 kali per hari selama beberapa hari pertama kehidupannya agar tubuh tidak kekurangan cairan sehingga bilirubin dapat dikeluarkan dari tubuh. 

Jangan lupa menjemur Si Kecil di bawah sinar matahari pagi karena dapat membantu menurunkan kadar bilirubin. Pantau kondisi Si Kecil secara berkala, dan konsultasikan dengan dokter jika kulit dan mata Si Kecil terlihat kuning. 

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penyebab bayi kuning serta cara mengatasinya. Untuk mendeteksi penyakit kuning pada bayi, Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan darah yang meliputi pemeriksaan bilirubin, golongan darah, serta pemeriksaan darah lainnya. 

Jika Sahabat Sehat berminat melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi ada tidaknya faktor risiko penyebab bayi kuning setelah lahir maka segera manfaatkan layanan Paket Pemeriksaan Bayi Kuning In Clinic yang dapat dilakukan di Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Moores D. Understanding Newborn Jaundice [Internet]. USA : Healthline. 2017 [updated 2017 July 25; cited 2021 Sep 04].
  2. National Health Service. Newborn Jaundice [Internet]. UK : National Health Service. 2018 [updated 2018 Sep 04; cited 2021 Sep 04]. 

Chat Asisten ProSehat aja