Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

6 Faktor Penyebab Anak Takut Berbicara dengan Orang Lain

Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Trauma Terhadap Orang Asing Menjadi Penyebab Anak Takut Berbicara dengan Orang Lain

Komunikasi yang kurang lancar di keluarga jadi penyebab anak takut berbicara dengan orang lain. Masalah ini perlu untuk segera diatasi. Karena anak yang sulit berkomunikasi dengan orang lain cenderung akan mengalami banyak kesulitan di masa dewasanya.

Dalam menjaga keharmonisan keluarga, diperlukan komunikasi yang baik dan transparan antar anggota keluarga. Hal ini bertujuan agar semua anggota keluarga dapat memberikan saran, dan masukan yang positif terutama pada hubungan anak dengan orang tua.

Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang merasa hubungan dengan Si Kecil terasa canggung dan terkesan menjauh. Sahabat Sehat, apa saja penyebab Si  Kecil takut berbicara baik kepada orang tua maupun kepada orang lain sehingga dia sulit bersosialisasi? Mari simak penjelasan berikut.

Penyebab Anak Takut Berbicara dengan Orang Lain

Kepribadian seoang anak akan terbentuk dari keadaan di sekitarnya. Begitu juga dengan keberanian seorang anak untuk berbicara dengan orang lain. Nah, bagaimana jika anak takut berbicara dengan orang lain? Apa yang harus dilakukan?

Solusi untuk masalah ini tentunya dengan mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi faktor penyebab munculnya masalah ini. Pada dasarnya anak jadi takut bicara dengan orang asing karena:

Sikap Orang Tua yang Pasif

Orang tua yang jarang mengajak anaknya berbicara atau terlihat kurang berminat saat Si Kecil mengajak berbicara dapat menyebabkan kurang eratnya hubungan antara anak dengan orang tua. Hal ini tentunya dapat menyebabkan Si Kecil enggan, canggung, serta kurang terbuka dengan Sahabat Sehat.

Karena dengan orang terdekatnya saja Si Kecil merasa tidak bisa membangun komunikasi dengan baik maka dia akan merasa malas dan takut untuk berinteraksi dengan orang lain, terutama orang asing. Jika hal ini berlanjut, kepribadian anak akan menjadi pemalu, cenderung minder, tidak mampu berkompetisi, dan tentunya hal tersebut akan kurang baik bagi masa depannya.

Orang Tua Bersifat Emosional

Terkadang penyebab Si Kecil kurang terbuka adalah akibat sikap orang tua yang emosional, misalnya mudah marah dan menghakimi jika sikap Si Kecil tidak sesuai dengan harapan Sahabat Sehat. Pada dasarnya Si Kecil hanya ingin merasa dimengerti dan merasa nyaman saat berbicara dengan orang tuanya, sehingga hal ini turut menyebabkan Si Kecil kurang terbuka.

Sifat emosional orang tua dapat menjadi penyebab trauma anak. Si Kecil akan terus mengira jika dia berbicara maka orang yang mendengar akan marah dan emosi. Oleh sebab itu, jika ingin anak menjadi lebih terbuka dan bisa bergaul dengan banyak orang, peran serta orang tua menjadi sangat penting.

Orang Tua Sibuk Bermain Gadget

Di masa kini hampir semua orang memiliki gadget. Namun Sahabat Sehat sebaiknya membatasi penggunaan gadget selama di rumah, dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Jika Si Kecil sering diabaikan oleh Sahabat Sehat, secara otomatis Si Kecil menjadi malas bercerita dan hubungan antara orang tua dan anak menjadi renggang.

Karena komunikasi antara anak dan orang tua tidak terjalin, anak tidak mendapatkan pengalaman berkomunikasi yang baik dan benar. Hal ini menyebabkan anak ketika berhadapan dengan orang asing akan bingung harus berkata apa.

Orang Tua Tidak Dapat Menjaga Rahasia

Si Kecil mungkin merasa kecewa dan kesal jika Sahabat Sehat tidak dapat menjaga rahasianya. Si Kecil, terutama yang menginjak usia remaja sedang dalam masa transisi dan mencari identitas diri. Sering kali Si Kecil merasa sulit mencari orang yang dapat dipercaya untuk berbagi keluh kesah dan rahasia. Sebaiknya Sahabat Sehat mendengarkan cerita Si Kecil secara keseluruhan tanpa menghakimi, dengarkan keluhannya dan berikan tanggapan secara netral.

Si Kecil mungkin akan berbagi momen sedih, lucu, bahagia, atau memalukan yang dia alami. Bagi si kecil momen tersebut mungkin bersifat rahasia. Namun kadang orang tua justru menceritakan hal tersebut kepada orang lain karena tidak tahu bahwa sebenarnya si anak tidak ingin hal tersebut dibagikan pada orang lain. Hal ini membuat anak menjadi penyebab anak takut berbicara dengan orang lain, bukan hanya bercerita soal rahasia, namun juga hal-hal seperti kisah bahagianya, atau masalah yang sedang dia hadapi.

Si Kecil Tidak Ingin Mengecewakan Orang Tua

Terkadang Si Kecil tidak mau terbuka sebab tidak ingin mengecewakan orang tua. Tingginya harapan orang tua menjadi salah satu penyebabnya. Sahabat Sehat dianjurkan untuk tidak terlalu menekan psikis Si Kecil, namun tetap mengarahkan Si Kecil untuk mengikuti norma yang berlaku.

Kalimat “coba ceritain kamu ada masalah apa” kepada anak dapat membantunya mau bercerita. Apapun cerita yang dia berikan, cobalah menjawabnya dengan “lalu papa dan mama bisa bantu apa nih?”. Hal ini penting karena pada dasarnya anak akan berani berkomunikasi jika orang tua menjadi tempat berlindung. Namun jika si kecil memiliki trauma dimarahi akibat bercerita secara jujur, hal ini akan menyebabkan anak menjadi sulit dan malas berkomunikasi. Bukan hanya sulit dan malas berkomunikasi dengan orang tua, anak bahkan akan malas dan sulit berkomunikasi dengan orang asing.

Orang Tua Otoriter

Jika Si Kecil cenderung kurang terbuka, sebaiknya Sahabat Sehat mengevaluasi terlebih dahulu pola dalam mendidik Si Kecil. Pola didik yang otoriter, mudah marah, dan selalu tidak mau mendengar pendapat Si Kecil dapat merenggangkan hubungan Sahabat Sehat dengan Si Kecil.  Alih-alih mendapatkan solusi, Si Kecil justru merasa cemas akan mendapat masalah baru jika menceritakan sesuatu secara terbuka.

Faktanya, masalah orang tua yang terlalu otoriter ini menjadi penyebab anak takut berbicara dengan orang lain dengan persentase kasus lebih dari 75 persen.

Pengalaman Buruk Berbicara dengan Orang Lain

Satu kejadian bisa berbekas dan menjadi trauma bagi anak. Misalnya ketika dia mengajak berbicara kepada orang lain lalu Sahabat Sehat memarahinya dengan berkata “jangan berbicara dengan orang asing”. Bisa juga karena lawan bicara si kecil kebetulan kurang ramah dan hal ini menyebabkannya mengira semua orang memiliki kepribadian seperti itu.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua sebaiknya mengajarkan si kecil untuk bersosialisasi sejak dini. Misalnya dengan mengajaknya bertemu dengan teman-teman sebayanya. Memperkenalkannya dengan berbagai tipe orang, baik itu perempuan, laki-laki, sebaya, ataupun lebih tua. Dengan demikian dia tidak akan canggung lagi ketika berhadapan dengan orang asing.

Catatan: Sahabat Sehat harus memahami perbedaan antara anak berani berbicara dengan orang lain dengan anak mudah percaya kepada orang asing. Karena bagaimanapun kasus kejahatan terhadap anak cukup tinggi. Oleh sebab itu, berikan pengertian bahwa berani bicara kepada orang asing berarti berani juga untuk menolak dan melawan kemauan orang asing tersebut.

Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai penyebab anak takut berbicara dengan orang lain dan beberapa tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi hal ini. Sahabat Sehat dianjurkan untuk lebih banyak mendengarkan cerita Si Kecil, hindari emosi berlebihan, serta habiskan waktu luang lebih banyak bersama keluarga.

Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Munirah. Jangan Sampai Menyesal! Ini 5 Alasan Anak Tak Terbuka dengan Orang Tua [Internet]. Indonesia : Your Say Suara. 2021 [updated 2021 April 06; cited 2021 Aug 09].
  2. Universitas Medan Area. Bagaimana Meningkatkan Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak · [Internet]. Indonesia : Universitas Medan Area. 2020 [updated 2020 Oct 22; cited 2021 Aug 09]. 
  3. Alfon K. 5 Penyebab Anak Takut untuk Terbuka pada Orangtua [Internet]. Indonesia : Pop Mama. 2020 [updated 2020 June 11; cited 2021 Aug 09].

Chat Asisten ProSehat aja