Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

7 Cara Terbaik Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Pemalu

Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Agar Lebih Berani dan Ekspresif Dalam

Penting bagi orang tua untuk meningkatkan rasa percaya diri anak sejak dini. Tujuannya tentu agar anak dapat berkembang dengan baik. Ya, anak yang pemalu akan cenderung pasif dan tidak bisa mengeluarkan ide-ide hebat yang ada di pikirannya.

Para pakar psikologi menyebutkan bahwa anak yang kurang percaya diri akan merasa enggan mencoba hal baru sebab takut merasa gagal dan khawatir akan mengecewakan orang lain. Padahal keberanian untuk mencoba hal-hal baru adalah kunci kesuksesan di zaman seperti sekarang ini. Sahabat Sehat, bagaimana cara membangun kepercayaan diri Si Kecil sejak dini? Mari simak penjelasan berikut.

Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Pada dasarnya anak mempelajari situasi di sekelilingnya. Sifat pemalu pada dasarnya terbentuk sejak dini akibat melihat situasi yang ada. Oleh sebab itu, agar anak memiliki keberanian dan rasa percaya diri maka sebagai orang tua harus merangsangnya sejak dini.

Adapun langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak antara lain:

Biasakan Si Kecil Bertemu Banyak Orang

Anak yang tidak terbiasa bertemu dengan orang asing akan cenderung pemalu dan kesulitan untuk bersosialisasi. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat bisa lebih membiasakan Si Kecil untuk bertemu dengan orang-orang seusianya maupun yang jauh lebih tua darinya. Semakin banyak dia bertemu dan mampu berinteraksi maka rasa percaya dirinya akan semaking meningkat.

Pada mulanya mungkin dia hanya akan berani bertemu orang ketika Sahabat Sehat ada di sampingnya, tetapi secara perlahan-lahan Sahabat Sehat juga harus mencoba agar dia berani bertemu orang lain dan mampu berbincang dengan orang lain tanpa Sahabat Sehat dampingi. Namun pastikan hal ini dilakukan tetap dengan pengawasan.

Beri Si Kecil Motivasi

Si Kecil mungkin memiliki sifat pemalu karena takut mengecewakan Sahabat Sehat sebagai orang tuanya. Hal ini kerap terjadi karena pola asuh dengan kalimat-kalimat seperti “nanti mama nangis loh”, “nanti mama marah loh”, dan berbagai kalimat yang sebenarnya mengancam perasaan si kecil.

Alih-alih memberikannya ancaman yang membuatnya takut mengecewakan orang tua, Sahabat Sehat bisa mulai memberikannya motivasi. Motivasi berperan dalam meningkatkan usaha Si Kecil dalam mencapai keinginannya. Sembari mengajak Si Kecil bermain, Sahabat Sehat sebaiknya mengucapkan kalimat positif yang dapat memberi motivasi Si Kecil seperti “Ayo kakak pasti bisa”. Apabila Si Kecil sering mendengarkan kalimat positif, maka dapat meningkatkan rasa kepercayaan dirinya.

Ajari Si Kecil Bersyukur

Meski Sahabat Sehat sibuk menjalani aktivitas sehari-hari, sebaiknya luangkan waktu sejenak untuk mengajak Si Kecil berbicara dari hati ke hati. Bagi anak yang mulai beranjak remaja, kerap kali muncul rasa kurang percaya diri dengan kondisi fisiknya. Dengan belajar bersyukur, Si Kecil mulai menumbuhkan rasa percaya diri terhadap semua yang dimiliki saat ini.

Tingkatkan Pertumbuhan Fisiknya

Tidak dapat dipungkiri bahwa cepat atau lambat seorang anak akan menghadapi realita dunia. Beberapa orang akan menilai orang lain secara fisik dan membully yang terlihat jauh lebih lemah. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan rasa percaya diri anak harus diiringi dengan kondisi fisik yang baik. Caranya tentu dengan memberikannya asupan makanan bergizi seimbang dan multivitamin.

Selain memberikannya makanan bergizi seimbang, pola hidupnya juga harus diperhatikan dengan baik. Mulai dari kecukupan istirahat, dan jadwal untuk berolahraga. Dengan fisik yang baik dan diperhatikan dengan baik sejak dini, otomatis rasa percaya diri anak akan meningkat.

Berikan Bekal Ilmu dan Pendidikan yang Baik

Ketika Si Kecil memiliki pengetahuan yang luas, dia akan lebih mudah bersosialisasi. Namun bukan berarti Si Kecil harus dipaksa mengikuti berbagai jenis les atau kursus yang tidak dia sukai. Cobalah Sahabat Sehat mencari tahu kegiatan apa yang dia sukai dan tawarkan dia untuk mengikuti les atau kursus tersebut.

Kegiatan-kegiatan tersebut akan membuatnya menimba ilmu sembari mendapatkan banyak teman yang dapat membantunya mengembangkan minatnya selama ini. Hal ini akan sangat membantunya mengembangkan rasa percaya diri dan menghindarkan dirinya dari sifat penyendiri, pemalu, dan pemurung.

Jadilah Pendengar dan Pemberi Solusi yang Baik

Saat Si Kecil meminta perhatian, cobalah untuk mendengarkan dan menanggapi Si Kecil. Jika Sahabat Sehat acuh dan mengabaikan Si Kecil, hal ini dapat menimbulkan rasa kecewa dan tidak berharga.

Selain itu, mungkin ada beberapa hal yang Sahabat Sehat lakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak namun sebenarnya dia sangat tidak menyukainya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk semakin terbuka dengan Si Kecil mengenai keluh kesahnya. Cobalah untuk bukan menjadi penasihat bagi Si Kecil, namun menjadi solusi untuk tiap masalah atau kegundahan yang Si Kecil alami.

Sebagi contoh, Si Kecil mungkin tidak berani untuk datang ke sekolah jika tidak ditemani oleh orang tuanya. Solusi untuk masalah ini bukanlah dengan memberikannya nasihat pentingnya sekolah dan hal-hal semacam itu. Sahabat Sehat harus mulai mencoba menjadi solusi dan menanyakan mengapa dia takut. Ketika dia menceritakan bahwa dia takut pada temannya yang snakal, Sahabat Sehat dapat menawarkan solusi seperti akan datang ke sekolah dan melaporkan anak nakal tersebut agar dimarahi oleh wali kelasnya.

Disiplinkan Si Kecil Dengan Hormat

Mengajarkan Si Kecil ikut melakukan pekerjaan rumah tangga dapat membantu mengasah rasa tanggung jawab Si Kecil. Jika Si Kecil melakukan kesalahan atau melanggar aturan, berikan konsekuensi yang wajar atas pelanggaran yang dilakukan tanpa memarahi secara berlebihan. Mendisiplinkan Si Kecil tanpa amarah akan membuat Si Kecil tumbuh percaya diri.

Dalam mendisiplinkan anak, pastikan untuk melakukannya dengan menghargai perasaan Si Kecil. Misalnya Si Kecil ingin menyiapkan makanan untuk Sahabat Sehat sebagai orang tuanya, namun tanpa sengaja dia menjatuhkan piring. Sebagai bentuk mendisiplinkan Si Kecil sebaiknya tidak dengan memarahinya. Agar dia belajar tanggung jawab, ajak dia membantu membersihkan piring pecah dengan memintanya ambilkan sapu dan pengki. Setelah Sahabat Sehat membersihkan semua pecahan kaca, mintalah dia ambilkan lagi piring, dan puji dia ketika membawakan Sahabat Sehat piring tersebut.

Menghargai Pilihan Si Kecil

Sebagai orang tua, pastinya Sahabat Sehat memiliki harapan yang tinggi terhadap Si Kecil. Meskipun begitu, Sahabat Sehat tidak dianjurkan memaksakan kehendak dan mengatur hidup nya. Berikan Si Kecil kebebasan dalam berekspresi dan menentukan pilihan agar melatih tanggung jawab serta rasa percaya diri.

Cara termudah agar menjadikan si kecil lebih percaya diri misalnya ketika mengajak dia berjalan-jalan. Tanyakan kepadanya jalan mana yang harus Sahabat Sehat dan Si Kecil lalui bersama. Berikan dia kesempatan memimpin dan menentukan pilihan. Dengan cara ini, rasa percaya diri dan jiwa kepemimpinannya dapat tumbuh dengan baik.

Minta Si Kecil Memimpin Doa

Untuk membuat Si Kecil berani dan lebih percaya diri, Sahabat Sehat bisa memintanya untuk memimpin doa. Misalnya ketika doa sebelum dan setelah makan, doa berbuka puasa, ataupun doa sebelum dan setelah bangun tidur. Selain meningkatkan kesehatan spiritualnya, cara ini juga meningkatkan rasa percaya dirinya dan kemampuannya untuk membangun kata yang terstruktur baik.

Nah, itulah berbagai tips meningkatkan rasa percaya diri anak yang dapat Sahabat Sehat lakukan di rumah. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan terkait kondisi Si Kecil, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. 

Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Kapanewon Wates. Peran Orang Tua Dalam Membangun Rasa Percaya Diri Anak [Internet]. Indonesia : Kapanewon Wates. 2019 [updated 2019 Oct 28; cited 2021 Aug 10].
  2. Rahmadani A. Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Tidak Percaya Diri [Internet]. Indonesia : Generasi Maju. 2020 [updated 2020 Jul 02; cited 2021 Aug 10].
  3. theAsianparent.17 Cara untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak [Internet]. Indonesia:  theAsianparent Indonesia; [cited 2021 Aug 10].

Chat Asisten ProSehat aja