Telp / WhatsApp : 0811-15-12-800

Karakter itu Penting Untuk Dukung Kesuksesan Si Kecil

Hampir setiap orang tua yang memiliki Si Kecil berharap agar mereka pintar, cerdas, bertanggung jawab, mempunyai talenta yang mendukung kesuksesan saat mereka beranjak dewasa. Pada zaman sekarang ini, tidak sedikit orang tua yang memilih sekolah atau tempat pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan rela mengeluarkan dana besar untuk mengikutsertakan sang buah hati untuk mengikuti pendidikan tambahan selain sekolah, misalnya kursus bahasa, musik, menggambar dan pelajaran tambahan.

Namun, apakah Mama sadar bahwa pendidikan Si Kecil yang terpenting berawal dari rumah? Seperti salah satu kutipan “Childreen see, children do” atau Si Kecil selalu melakukan apa yang dilihatnya. Dengan kata lain, karakter dan sikap Si Kecil sebagian besar diperoleh dari meniru perilaku orang tuanya di rumah. Misalnya, Si Kecil yang selalu diajak bercerita setiap pulang sekolah oleh kedua orangtuanya, didampingi setiap mengerjakan tugas rumah, diajari bertanggung jawab dalam hal mudah seperti merapikan tempat tidur atau mainannya sendiri, maka Si Kecil akan tumbuh menjadi lebih peduli dengan sesamanya, serta bertanggung jawab.

Para ahli American Psychological Association (APA) berpendapat bahwa kesuksesan pada usia dewasa dipengaruhi oleh 98% atittude dan 2% IQ atau kecerdasan. Lalu bagaimana dan apa sajakah yang dapat dilakukan Mama dalam mendidik Si Kecil?

Baca Juga: Penyebab Mual Setelah Makan dan Cara Pencegahannya

  1. Memberikan Contoh (Modeling)

Jangan hanya memberikan perintah bagi Si Kecil, tetapi mulailah dengan memberikan contoh tindakan kepadanya. Menurut APA (American Psychological Association), Si Kecil akan selalu memerhatikan setiap gerak-gerik orangtuanya secara seksama. Apabila Mama menginginkan Si Kecil tumbuh menjadi seseorang yang memiliki sikap baik, maka berikanlah selalu contoh positif.1,2

  1. Mencintai

Hati-hati dalam hal mencintai. Mencintai bukan memberikan apa saja yang Si Kecil inginkan, baik berupa materi maupun tindakan, atau terlalu melindungi dan mencemaskan Si Kecil. Hal tersebut dapat membentuknya menjadi seseorang yang manja. Yang dimaksud dengan mencintai adalah memberikan waktu luang bagi Si Kecil, mendampinginya, dan mendengarkannya saat dalam masalah. Hal ini dapat membangun ikatan antara Si Kecil dan orangtuanya, sehingga nantinya mereka akan lebih peduli terhadap orang lain di sekitarnya.

  1. Lakukan Sentuhan Fisik

Beberapa penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan kepribadian Si Kecil pada saat bayi yang diperlakukan dengan penuh kasih seperti digendong, dicium dan dipeluk, dibandingkan dengan yang diperlakukan tanpa kontak fisik oleh orang tuanya.  Sentuhan fisik merupakan bentuk nyata dari cinta yang menjadikan Si Kecil akan mudah bergaul dan peka dengan sesamanya.

Baca Juga: 7 Pola Makan Sehat Pegawai Kantoran

  1. Berikan Waktu yang Berkualitas

Perkembangan emosional Si Kecil sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak waktu yang dihabiskan Mama bersama Si Kecil, kontak mata dengan penuh kasih, saling berbagi pikiran, cerita dan bercakap-cakap dengannya. Tahap komunikasi ini sangat penting bagi Si Kecil, karena saat Si Kecil nantinya menginjak usia dewasa akan menentukan hubungan dengan sesama, menjadikannya mudah bergaul, menentukan hubungan pernikahannya kelak serta hubungan dengan rekan sepekerjaannya.

  1. Hadiah

Hadiah yang dimaksud ialah ungkapan cinta. Misalnya, memberikan hadiah seperti seragam sekolah atau alat tulis yang dibungkus kertas kado rapi, dan diberikan ketika berkumpul bersama keluarga. Membuka hadiah akan menggetarkan emosi Si Kecil, perasaan bahagia yang muncul akan menjadikannya paham dan mengerti bahwa orang tuanya mencintainya. Pemberian hadiah juga harus ada tujuannya, misalnya pemberian alat tulis atau seragam sekolah agar Si Kecil tetap semangat bersekolah, hadiah tidak semata-mata mainan yang sedang diinginkannya yang akan menjadikannya manja.

Pemberian hadiah dengan tulus, secara tidak langsung juga memberikan pelajaran bagaimana cara Si Kecil menanggapi orang lain yang memberikannya hadiah.

  1. Memberikan Rasa Aman dan Nyaman

Dukungan orang tua akan sangat memengaruhi perkembangan emosional dan kesehatan mental Si Kecil saat usia dewasa.

  1. Komunikasi

Meluangkan waktu untuk berbicara dengan Si Kecil dan mendengarkan apa yang menjadi curahan hatinya akan meningkatkan hubungan personal Si Kecil dengan orang tua, sehingga ketika Si Kecil dalam masalah, mereka tidak akan lari ke dalam hal-hal negatif sebagai pelampiasan, karena mereka mempunyai orang tua yang selalu mendengarkan mereka.

  1. Memberikan kesempatan bagi Si Kecil untuk memecahkan masalah

Mama tidak perlu terlalu banyak mengekang maupun mengatur Si Kecil, segala tindakan yang dilakukannya atau setiap masalah yang Si Kecil hadapi, ajaklah untuk selalu berdiskusi dan kembalikan kepada Si Kecil apakah tindakan yang dilakukannya baik atau buruk. Apabila Si Kecil melakukan kesalahan, biarkan mereka berpikir, lalu kemudian jelaskan.

Misalnya, Si Kecil berlari di jalan, kemudian jatuh, Mama berikan kesempatan bagi si Kecil apakah yang dilakukannya baik atau buruk dan jelaskan akibatnya. Kemudian, kembalikan lagi pada Si Kecil, apakah boleh diulangi kembali tindakan seperti itu. Dibandingkan Mama memberikan aturan-aturan yang dapat membebani Si Kecil, cara ini lebih membantu Si Kecil untuk belajar dari kesalahannya sendiri.

  1. Jadikan Sebuah Tantangan

Pada umumnya, anak-anak sangatlah suka bermain, oleh karena itu mengajarkan perilaku yang baik dapat dengan sebuah permainan. Misalnya, ketika Mama ingin mengajarkan untuk menggosok gigi secara rutin, setiap malam buatlah permainan tantangan “Mama ingin tahu, siapa yang bisa menggosok gigi dengan baik, Mama atau Kamu?” atau mengajarkan Si Kecil untuk membersihkan kembali mainannya, “Coba siapa yang dapat membersihkan mainan dalam hitungan ke 10”. Hal ini lebih mudah dilakukan oleh Si Kecil.

Baca Juga: 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan

  1. Memberikan Kebiasaan yang Baik dan Positif

Lakukan kebiasaan yang baik dengan memulai kebiasaan yang baik seperti berolah raga, makan-makanan yang sehat seperti sayur dan buah, berperilaku yang baik, bertutur kata sopan, membiasakan diri mengucapkan “tolong” saat meminta bantuan, dan “terimakasih” setelahnya akan membentuk Si Kecil menjadi seseorang yang memiliki kebiasaan baik secara mental dan jasmani.

Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka

  1. Chapman, G. and Campbell, R. (2012). The 5 love languages of children. Chicago: Northfield Pub.
  2. HealthyChildren.org. (2018). Normal Child Behavior. [online] Available at: healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Normal-Child-Behavior.aspx [Accessed 23 Dec. 2018].
  3. Parenting For Brain. (2018). 10 Good Parenting Tips – Parenting For Brain. [online] Available at: parentingforbrain.com/how-to-be-a-good-parent-10-parenting-tips/ [Accessed 23 Dec. 2018].
  4. Tashijan, S. (2018). Parenting Styles and Child Behavior. [online] Psychology In Action. Available at: psychologyinaction.org/psychology-in-action-1/2018/4/23/k17ziyfqt1vy9tlytr9l9k48epdnur [Accessed 23 Dec. 2018].
  5. Westen, R. (2018). About Your Privacy on this Site. [online] Parents.com. Available at: parents.com/toddlers-preschoolers/development/behavioral/the-surprising-secret-to-raising-a-well-behaved-kid/ [Accessed 23 Dec. 2018].
  6. Pepper, Leslie. (2018). Get Your Kids Behave The First Time You Ask. [online] Parents.com. Available at : parents.com/kids/discipline/strategies/get-your-kids-to-behave-the-first-time/ [Accessed 3 Jan. 2018].

Chat Asisten ProSehat aja