Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

HEPATITIS B PADA ANAK, ANCAMAN YANG TAK TAMPAK

Hepatitis B adalah peradangan pada hati utamanya disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B. Penyakit ini cukup menakutkan karena berpotensi menjadi infeksi kronik dimana dapat bertahan dalam tubuh paling tidak 6 bulan. Risiko kronik tertinggi bisa didapat saat bayi. Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh lainnya. Penularan pada bayi didapat dari ibu yang membawa virus hepatitis B.

Dilansir dari IDAI 70% anak yang terinfeksi hepatitis B akut tidak memunculkan gejala, kadang hanya timbul mual atau lemas. Meski tanpa gejala, virus tetap berkembang di dalam sel hati. Peradangan akan terus berlangsung dan bisa menimbulkan komplikasi. Untuk mengetahui secara pasti adanya infeksi hepatitis harus ditunjang dengan pemeriksaan darah. Pemeriksaan yang dapat menunjukkan anak menderita hepatitis B adalah HBsAg, bila nilai HBsAg positif tandanya anak membawa virus hepatitis.

Pada anak yang lebih besar mungkin dapat timbul gejala hepatitis B akut berupa lemas, tidak nafsu makan, demam, mual/muntah, dan kuning (kulit dan mata). Hepatitis B menular melalui darah. Di Indonesia, kebanyakan anak mendapatkan penularan hepatitis B dari ibunya. Bayi yang terkena hepatitis B dapat membawa terus virus hepatitis B sehingga menjadi kronis. Dikhawatirkan, pada saat dewasa nanti akan berpotensi mengalami kanker hati atau sirosis hati. Pengobatan hepatitis B umumnya bersifat mengurangi gejala, belum spesifik untuk menyembuhkan. Oleh sebab itu penting sekali dilakukan pencegahan hepatitis B dengan cara vaksinasi secara lengkap.

hepatitis b

Mengapa anak anda harus mendapat vaksinasi Hepatitis B?

  • Sebagai perlindungan optimal dari hepatitis B kepada anak anda dan orang lain disekitarnya.
  • Mencegah anak anda terkena penyakit liver atau kanker hati yang berkembang akibat hepatitis B.

Vaksin hepatitis B (HB) monovalen pertama diberikan terbaik dalam 12 jam setelah anak lahir. Kemudian, pemberian vaksinasi dapat dikombinasikan dengan vaksin lainnya misalnya vaksin Hepatitis B dan vaksin DPT maka vaksinasi diberikan pada usia 2,3, dan 4 bulan. Kebanyakan orang yang mendapat vaksin hepatitis B tidak punya  masalah efek samping. Masalah kecil yang timbul setelah pemberian vaksin hepatitis B adalah nyeri dan demam ringan. Efek samping tersebut biasanya mulai nampak setelah penyuntikan dan berlangsung sekitar 1 hingga 2 hari.

Jika ingin melindungi keluarga dari bahaya hepatitis B, segera lakukan vaksinasi. Kini, tak perlu bingung untuk mendapatkan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

Referensi:

  1. Kenali Hepatitis B [Internet]. IDAI. 2017 [cited 5 February 2018]. Available from: idai.or.id
  2. Hepatitis Virus pada Anak (Bagian 1) [Internet]. IDAI. 2016 [cited 5 February 2018]. Available from: idai.or.id
  3. Hepatitis B Fact Sheet for Parents | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 5 February 2018]. Available from: cdc.gov

 

WhatsApp Asisten Maya saja