Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Langkah Awal Cara Mengatasi Muntaber pada Anak di Rumah

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

Penanganan Awal Cara Mengatasi Muntaber pada Anak

Pada umumnya cara mengatasi muntaber pada anak adalah dengan memberikannya larutan oralit. Namun oralit saja sebenarnya belum cukup. Ada beberapa langkah lanjutan agar si kecil terhindar dari dehidrasi akibat muntaber dan bisa benar-benar sembuh.

Selain memberikan si kecil larutan oralit, Sahabat Sehat juga perlu mengetahui apa penyebab si kecil mengalami muntaber. Dengan demikian, Sahabat Sehat dapat melakukan pencegahan agar masalah ini tidak kembali dialami si kecil.

Penyebab Muntaber Pada Anak

Muntaber atau dalam istilah medis disebut juga sebagai Gastroenteritis adalah suatu gangguan pencernaan berupa meradangnya selaput lendir saluran cerna yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses menjadi lunak atau berair dan disertai lendir dengan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari, serta muntah.1

Anak-anak, terutama pada usia dibawah 5 tahun rentan menderita muntaber daripada orang dewasa. Anak yang mengalami muntaber beresiko mengalami dehidrasi atau kehilangan cairan pada tubuh. Sahabat Sehat, bagaimana penyebab dan penanganan muntaber yang dialami Si Kecil ? Mari simak penjelasan berikut.

Berikut adalah berbagai penyebab muntaber yang perlu Sahabat Sehat ketahui :

Infeksi Virus dan Bakteri

Kebanyakan kasus muntaber diakibatkan karena infeksi pada saluran cerna baik infeksi virus (misalnya rotavirus dan norovirus) dan infeksi bakteri (misalnya E.coli dan Salmonella) serta infeksi parasit (misalnya Giardia dan Entamoeba).

Keracunan Makanan

Keracunan makanan turut dapat menyebabkan muntaber pada anak. Makanan yang sudah basi, atau makanan dengan kualitas yang buruk dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme yang menyebabkan muntaber.

Traveler’s Diare

Kondisi ini disebabkan karena makanan dan minuman tercemar kuman, biasanya terjadi pada seseorang yang baru saja bepergian ke tempat atau negara lain.

Gejala  Keparahan Muntaber Pada Anak

Muntaber ditandai dengan si kecil yang terus menerus muntah disertai dengan buang air besar. Kondisi ini memiliki tingkat keparahan. Beda tingkat keparahan tentunya akan beda juga pertolongan yang perlu dilakukan.

Sahabat Sehat, berikut adalah skala untuk menentukan derajat keparahan bila Si Kecil muntah :

  • Gejala ringan : frekuensi muntah 1-2 kali dalam satu hari.
  • Gejala sedang : frekuensi muntah sebanyak 3-7 kali dalam sehari.
  • Gejala berat : muntah setiap saat, lebih dari 8 kali sehari.

Selanjutnya, berikut adalah skala untuk menentukan derajat keparahan bila Si Kecil mengalami diare:

  • Gejala ringan : frekuensi buang air besar cair sebanyak 3-5 kali dalam sehari.
  • Gejala sedang : frekuensi buang air besar cair sebanyak 6-10 kali perhari dalam sehari
  • Gejala berat : frekuensi buang air besar lebih dari 10 kali perhari.

Gejala yang dialami anak saat muntaber selain muntah dan diare yaitu sakit atau kram pada perut, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, demam, sakit kepala dan nyeri pada anggota gerak. Gejala ini dapat muncul setelah 1-3 hari sejak terinfeksi dan berlanjut selama 1-2 hari atau bahkan lebih.

Jika gejala memiliki tingkat keparahan berat, pastikan untuk segera mencari pertolongan medis untuk si kecil. Dokter akan segera menentukan cara mengatasi muntaber pada anak dan tindakan medis apa yang diperlukan.

Cara Mengatasi Muntaber pada Anak

Jika Si Kecil mengalami muntaber dalam skala gejala ringan atau sedang, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut di rumah untuk mempercepat proses pemulihan :

Perbanyak istirahat

Istirahat sangat diperlukan agar Si Kecil cepat pulih. Anak membutuhkan waktu istirahat lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa yaitu 10-12 jam. Batasi aktivitas anak seperti bermain, serta ciptakan suasana yang nyaman agar anak bisa beristirahat.

Berikan minum yang cukup

Muntah dan diare beresiko menyebabkan dehidrasi atau hilangnya cairan dalam tubuh. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya berikan asupan cairan yang cukup. Jika Si Kecil masih mendapatkan ASI eksklusif maka ASI dapat dilanjutkan pemberiannya. Pada anak yang lebih besar dapat diberikan air putih dan oralit untuk menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang keluar.

Beri makanan sehat

Saat anak mengalami diare dan muntah, tubuhnya kemungkinan lemas karena banyaknya cairan yang keluar. Untuk itu berikan makanan dalam porsi sedikit namun sering serta makanan yang mudah dicerna seperti bubur, atau nasi tim dan makanan berkuah seperti sup.

Hindari pemberian obat diare

Pemberian obat anti diare tidak dianjurkan pada anak. Apabila gejala tidak membaik dalam waktu 2 hari, maka segera periksakan anak ke Dokter.

Waspadai Dehidrasi Anak saat Muntaber

Sahabat Sehat perlu mewaspadai apabila Si Kecil mengalami gejala berikut, sebab dikhawatirkan kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) yaitu tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam, warna urin kuning atau coklat gelap dan pekat, mulut dan lidah kering, anak menangis namun tidak keluar air mata, rewel, detak jantung meningkat, kulit pucat dan anggota gerak (tangan dan kaki) teraba dingin.

Agar si kecil tidak sampai mengalami dehidrasi, pastikan cairan tubuhnya tetap tercukupi dengan memberinya larutan oralit dan hanya memberikannya minum air putih. Jika anak tidak ada perbaikan kondisi, atau bahkan mengalami perparahan seperti muntah darah, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai cara mengatasi muntaber pada anak. Jika Sahabat Sehat memerlukan pertolongan awal, segera manfaatkan layanan Panggil Dokter Homecare. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. Asih R. Lakukan Beberapa Cara Ketika Anak Alami Muntaber [Internet]. Sariasih.com. 2021 [cited 31 August 2021].
  2. Vomiting With Diarrhea [Internet]. Seattle Children’s Hospital. 2020 [cited 31 August 2021].
  3. Mathis, MD C, Burrows, MD, PhD H, Laule, MD S. Vomiting and Diarrhea | CS Mott Children’s Hospital | Michigan Medicine [Internet]. Mottchildren.org. 2018 [cited 31 August 2021].
  4. Diarrhoea and vomiting in children [Internet]. Healthdirect.gov.au. 2019 [cited 31 August 2021].
  5. Vomiting and Diarrhea in Children [Internet]. Aafp.org. 2001 [cited 31 August 2021].

Chat Asisten ProSehat aja