Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

8 Cara Menghadapi Kemarahan Anak (Temper Tantrum)

Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan hal ini harus diketahui oleh Anda sebagai orang tua agar anak Anda tidak memiliki kemarahan yang sulit dikontrol tersebut.

prosehat bantu atasi kemarahan anak

Temper tantrum sendiri merupakan istilah yang biasa digunakan dalam dunia psikologi, yaitu perilaku yang tidak menyenangkan dan mengganggu, atau dikatakan pula sebagai luapan emosi atau kemarahan yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Tantrum yang alami biasanya berawal pada usia sekitar 12 – 18 bulan. Akan bertambah nyata pada usia antara 2 – 3 tahun, ketika anak – anak membentuk kesadaran diri namun mereka belum punya cukup perbendaharaan kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Pada usia 4 tahun, kejadian temper tantrum menurun, dan setelah usia 4 tahun, temper tantrum biasanya jarang terjadi.

Tantrum bisa dengan parah terjadi ketika si kecil dalam keadaan letih, lapar, ataupun sakit. Namun, jangan takut! 8 cara ini adalah list yang harus dilakukan Anda sebagai orang tua terutama saat menghadapi kemarahan anak:

1. Tetap Tenang
Jika Anda panik saat menghadapi kemarahan si kecil, hal tersebut justru akan menyulut amarahnya. Energy is contagious. Jadi jika Anda membuat energi yang sedang panas tersebut semakin panas karena kepanikan Anda, maka energi buruk tersebut akan dengan mudah menular ke anak Anda.

2. Abaikan Amarahnya
Abaikan si kecil sampai Anda yakin kondisi emosinya sudah lebih stabil. Tunjukkan kepadanya bahwa ada aturan yang sudah disepakati bersama, jadi dengan Anda mengabaikan amarahnya, dengan kata lain Anda mendesak aturan tersebut untuk dituruti oleh si kecil. Namun tetap pastikan si kecil tidak mengalihkan kemarahan ke hal lain seperti benda atau bahkan orang yang ada di sekitarnya saat itu.

3. Jangan Bertindak Agresif
Jangan memukul, adu mulut, atau bertindak agresif. Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia merasa tenang. Jika Anda mengajak si kecil berdebat selama kemarahannya meledak, tidak ada gunanya. Kemarahan si kecil membuatnya sulit berpikir secara rasional. Tunggulah hingga ia sudah dapat menggunakan logika berpikirnya kembali, kemudian ajak ia berdiskusi.

prosehat bantu atasi kemarahan anak

4. Temukan Alasan Kemarahan Anak
Jika anak Anda memang memiliki temper tantrum yang terkadang muncul, tuliskan di dalam agenda hal-hal yang menjadi penyulut kemarahan si kecil. Ketika Anda mencari jalan keluar dari hal tersebut, kemarahannya dapat dengan mudah diatasi.

5. Jangan Menyerah Pada Kemarahan Anak
Ketika orang tua menyerah, anak-anak akan menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.

prosehat bantu atasi kemarahan anak

6. Jangan Membujuk Anak
Jangan membujuk anak dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Hal ini harus diingat dengan baik karena banyak orang tua mengeluhkan anaknya yang menjadi demanding. Karena ketika ada iming – iming imbalan, si kecil akan belajar untuk melakukan sesuatu jika mendapatkan imbalan.

7. Alihkan Perhatiannya
Arahkan perhatian anak dengan mengajaknya melakukan permainan yang telah lama tidak dilakukannya, atau perdengarkan lagu-lagu gembira favoritnya. Seorang ibu kenal betul sifat anaknya. Gunakan trik berupa benda, humor atau mainan yang dapat langsung memancing ketawanya.

8. Peluk Anak
Saat amarahnya sedang memuncak, tunjukkan rasa kasih sayang Anda dengan pelukan yang hangat. Kondisi tubuhnya saat ia meluapkan kemarahannya sedang berjuang keras, dan pelukan hangat dari ibu yang paling disayanginya dapat meluluhkan emosi tersebut.

prosehat bantu atasi kemarahan anak

Nah, penanganan dini untuk menghadapi kemarahan anak akan merubah sifatnya saat mereka dewasa kelak. Selamat mencoba!

Referensi:

WhatsApp Asisten Maya saja