Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

5 Penyebab ASI Tidak Keluar yang Perlu Bunda Ketahui

Manfaat ASI bagi bayi sudah tidak bisa dipungkiri lagi. ASI merupakan makanan pertama bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembang seoptimal mungkin. ASI mengandung berbagai komponen nutrisi, mulai dari makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, dan komponen mikronutrien mulai dari vitamin dan mineral. Jumlah produksi ASI bervariasi sekitar 40-1200 ml, dan menurun 100-200 ml pada ibu dengan status gizi buruk.1

Banyak ibu yang baru melahirkan khawatir terhadap jumlah produksi ASI untuk bayinya. Berbagai cara sudah dilakukan untuk dapat meningkatkan produksi ASI, mulai dari makanan bergizi, daun katuk, dan berbagai macam makanan lainnya. Cara ini bahkan seringkali tidak berhasil dan makin membuat ibu menjadi stress. Hati-hati Bunda, stress dapat menjadi salah satu faktor ASI tidak keluar. Nah, sebelum kita bahas mengenai penyebab ASI tidak keluar, yuk, kita simak terlebih dulu mengenai struktur payudara dan bagaimana ASI diproduksi.

Struktur payudara itu kompleks, terdiri dari lemak, saluran susu (duktus laktiferus), kantong susu (lobus), pembuluh darah dan kelenjar getah bening, dan puting susu (areola).2 Produksi ASI dipengaruhi langsung oleh hormone prolaktin dan oksitoksin. Pada saat hamil, produksi ASI mulai dipersiapkan hingga nanti bayi lahir.

Ketika bayi menyusui, rangsangan dari puting susu diteruskan ke otak sehingga otak mengeluarkan hormone prolaktin dan oksitoksin. Prolaktin berfungsi untuk mengeluarkan ASI. Saat bayi menyedot puting ibu, hormone prolactin di darah meningkat dan menstimulasi produksi ASI yang ada di kantong ASI. Hormon ini mencapai puncaknya 30 menit setelah penghisapan oleh bayi.3

Hormon oksitoksin bertugas membuat otot di sekitar area hitam putting berkontraksi sehingga dapat mengeluarkan ASI. Hormon ini mulai bekerja ketika Bunda hendak menyusui anaknya. Refleks hormon ini dipengaruhi oleh emosi dan perasaan ibu, sehingga pada kondisi tertentu dapat terhambat.3

Banyak Bunda yang panik dan stress bila ASI tidak keluar. Sebenarnya apa sih yang membuat ASI menjadi tidak keluar? Yuk, mari kita lihat penjelasannya.

1. Emosi ibu yang tidak stabil

Pada saat ibu melihat bayinya, memegang, memeluk, mencium, hormone oksitoksin bekerja dan melepaskan reflex oksitoksin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Maka tidak heran bila Bunda mengalami perasaan terluka atau sedih, ASI akan tiba-tiba berhenti. Bila Bunda didukung oleh suami dan keluarganya kembali dan merasa nyaman, maka ASI akan kembali mengalir.

2. Menunda pemberian ASI

Ketika bayi Bunda lahir, segera berikan ASI, jangan menundanya. Hanya ASI yang dapat memenuhi kebutuhan bayi baru lahir. Kemudian, bila Bunda jarang memberikan ASI karena beberapa kondisi, maka tidak ada yang merangsang hormon prolaktin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Hal ini dapat menyebabkan ASI berkurang.

3. Posisi bayi dan ibu yang tidak pas

Pada saat bayi menyusui, pastikan mulutnya menempel penuh ke puting payudara dan bagian hitam di sekitarnya. Bunda dapat mengecek posisi bayi apakah sudah benar atau belum. Posisi yang tidak pas akan membuat produksi ASI menjadi turun.

4. Hindari alkohol dan nikotin

Kebiasaan minum alkohol yang banyak dan merokok dapat meurunkan produksi ASI. Kita pasti tahu bahwa rokok mengandung berbagai macam zat yang berbahaya bagi tubuh sehingga konsumsi rokok saat menyusui akan mempengaruhi ASI.

5. Konsumsi obat-obatan tertentu

Obat yang mengandung pseudoefedrin dapat menurunkan produksi ASI. Selain itu, beberapa kontrasepsi dapat menyebabkan penurunan produksi ASI. Konsultasikan segera ke dokter terdekat jika Sobat harus mengonsumsi obat-obat tertentu ketika sedang menyusui bayi.

Nah, sudah jelas bukan, apa yang menyebabkan produksi ASI berkurang hinga tiba-tiba berhenti. Yuk, mulai sekarang Bunda menyusui harus peduli terhadap kesehatan payudara dan hati-hati dalam mengonsumsi saat anda menyusui.

Referensi:

  1. Hendarto A, Pringgadini K. Nilai Nutrisi ASI. 2013. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu
  2. Mayo Clinic. Female Breast Anatomy. [Internet] Retreieved from: mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/multimedia/breast-cancer-early-stage/sls-20076628?s=3
  3. WHO. The Physiological Basis of Breastfeeding in Infant and young child feeding: Model chapter for the textbooks for medical students and allied professional. 2009. Geneva: WHO Publishing.

WhatsApp Asisten Maya saja