Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

10 Panduan Menyiapkan Makanan Bergizi untuk Anak

Menyiapkan makanan untuk sang buah hati tentu menjadi tantangan dan tugas yang penting untuk orangtua. Makanan yang diberikan bukan hanya sekedar untuk membuat anak kenyang, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Prinsipnya, anak harus mengonsumsi semua zat gizi secara seimbang yaitu berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat dan air.

Makanan yang bergizi didapatkan dari berbagai bahan makanan yang kemudian diolah menjadi menu makanan sehari-hari. Peran orangtua adalah memastikan sang anak mendapatkan gizi tersebut dari menu makanan yang sehat. Membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat dapat membantu anak untuk mengetahui makanan apa saja yang harus dimakan, yang harus dibatasi, maupun yang harus dihindari. Kebiasaan makan makanan sehat ini diharapkan menjadi kebiasaan yang baik hingga anak besar nantinya.

Apa saja faktor yang mempengaruhi gizi anak?

• Faktor keluarga, terutama orangtua

Orangtua tentu menjadi role modelbagi anaknya. Anak akan terbiasa untuk makan makanan sehat dan bergizi bila kebiasaan ini dimulai dari rumah. Masakan yang disajikan sehari-hari dalam keluarga hendaknya mengandung nutrisi seimbang dan tentu saja mempunyai rasa yang enak. Sehingga anak akan menghindari jajan makanan luar yang belum tentu sehat. Bila harus makan makanan di luar rumah, orangtua hendaknya tetap memperhatikan pilihan makanan yang sehat dan bergizi untuk anak.

• Faktor dari anak sendiri

Anakkadang sulit untuk menonsumsi makanan bervariasi yang mengandung gizi yang lengkap karena anak cenderung pickyeateratau memilih-milih makanan. Hal ini juga dikarenakan anak yang beranjak besar mulai mempunyai selera atau kesukaan tertentu terhadap makanan. Sehingga seringkali ini menjadi penyebab kurang terpenuhinya gizi yang baik untuk anak.

• Faktor makanan

Pengaruh dari makanan itu sendiri kadang menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan gizi, misalnya dari bentuk, bau, warna makanan yang dapat menggugah atau mengganggu nafsu makan anak.

Apa panduan menyiapkan makanan bergizi untuk anak?

1. Mengonsumsi makanan seimbang

Makanan seimbang maksudnya adalah makanan yang mempunyai nutrisi atau zat gizi seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Kebutuhan akan zat gizi pada anak ini berbeda menurut usia, jenis kelamin, dan aktivitas sehari-hari.4
Kalori dibutuhkan oleh anak untuk aktivitasnya sehari-hari, yang terutama didapatkan dari karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat perlu dikonsumsi 45-65 % dari total kalori yang diperlukan.

Bahan makanan yang mengandung karbohidrat ini bisa didapat dari nasi, pasta, kentang, atau ubi. Protein juga perlu untuk pertumbuhan yang optimal, sistem kekebalan tubuh, mengatur hormon, dan mengganti sel-sel yang rusak. Protein diperlukan 10-30 % dari total kalori yang dibutuhkan anak terutama usia sekolah. Protein bisa didapat dari ikan, ayam, daging, atau kacang-kacangan.Lemak, diperlukan 23-35 % dari kebutuhan kalori, yang berguna sebagai sumber energi, mengangkut vitamin dan juga sumber asam lemak esensial.Selain kalori, anak juga membutuhkan mineral seperti zinc, zat besi, dan kalsium, yang berperan penting untuk pertumbuhan tulang.

2. Makanan yang bervariasi dan beragam untuk anak

Anak cenderung cepat merasa bosan dengan pilihan makanan yang itu-itu saja.Variasikan menu makanan baik dalam pemilihan bahan makanan, resep, maupun bentuknya.Sebisa mungkin setiap hari, anak mengonsumsi menu makanan yang berbeda.Buatlah menu bervariasi untuk sarapan, makan siang, dan makan malam agar menggugah selera makan si kecil.

3. Sebisa mungkin hindari junk food

Junk fooddapat diartikan sebagai makanan yang kurang nutrisi sehingga termasuk makanan yang tidak sehat.Sayangnya, jenis makanan ini paling sering ditemukan dan mudah didapatkan. Apalagi anak usia sekolah yang sudah mengenal jajan, makanan sejenis junk food ini sangat menarik untuk mereka makan. Peran orangtua adalah untuk mengontrol makanan ini tersedia di rumah atau seberapa sering dibeli atau tidak.

Contoh makanan ini misalnya keripik, permen, dan makanan kemasan lain termasuk juga makanan cepat saji seperti kentang goreng. Selain faktor keluarga, adanya pengaruh teman sebaya, iklan di berbagai media, dan tren di masyarakat mempengaruhi pilihan dan selera anak terhadap makanan.

4. Sediakan cemilan

Cemilan ini adalah berupa makanan selingan di antara waktu makan, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.Cemilan juga mempunyai peran penting sebagai komponen gizi anak.Cemilan yang diberikan hendaknya mengandung nilai gizi yang diperlukan oleh tubuh dan juga sebagai bagian dari kebutuhan kalori. Contoh cemilan sehat yang dapat diberikan pada anak antara lain; potongan buah segar, biskuit, keju, susu, yoghurt, jus buah, atau puding.

5. Kurangi makanan atau minuman manis

Makanan atau minuman manis tentu saja mempunyai kandungan gula yang banyak. Hal ini menyebabkan kalori yang berlebihan yang dapat berujung pada masalah obesitas atau kegemukan badan. Selain itu, makanan atau minuman manis dapat mempengaruhi kesehatan gigi anak. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis biasanya akan sulit makan makanan yang rasanya hambar atau kurang manis.

Begitu pula dengan minuman manis, anak menjadi tidak suka minuman yang rasanya plain seperti susu atau yoghurt. Biasakan anak untuk minum air putih. Bila ingin yangmanis, berikan makanan homemade yang lebih terkontrol kadar gulanya daripada makanan kemasan atau variasikan dengan jus buah yang rasanya manis.

6. Makanan yang kaya akan serat

Makanan dengan serat tinggi akan membuat anak merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan cemilan yang tidak sehat. Selain itu, makanan berserat dapat membantu melancarkan pencernaan. Contoh makanan berserat adalah sereal yang terbuat dari gandum, buah-buahan, sayuran, atau puding yang dibuat dengan kadar gula yang wajar.

7. Makanan yang segar

Makanan yang segar atau makanan fresh yang diolah sendiri tentu lebih baik dikonsumsi oleh anak-anak.5 Makanan olahan atau kemasan yang banyak mengandung gula, pemanis buatan, atau penguat rasa dapat menurunkan nafsu makan anak terhadap makanan sehat, anak pun cenderung cepat merasa kenyang.

8. Makanan yang menarik dan meningkatkan nafsu makan

Penyajian makanan yang menarik dapat menggugah selera anak dan menghindarinya dari kebosanan terhadap menu makanan tertentu. Misalnya, dengan membentuk makanan seperti tokoh mainan kesukaan si kecil, bisa jadi menjadi salah satu cara meningkatkan nafsu makannya. Sebisa mungkin dalam penyajiannya, selain menarik, kandungan gizi dari makanannya tetap diperhatikan.

Bila perlu, libatkan anak dalam pemilihan bahan makanan dan pembuatannya, sehingga anak terbiasa dengan bahan makanan seperti buah-buahan dan sayuran, yang seringkali menjadi alasan anak malas makan.Keterlibatan anak dalam memilih makanan sehat akan membuat si kecil terbiasa dengan makanan sehat hingga besar nanti.

9. Jangan terpengaruh label suatu produk

Seringkali makanan yang menjadi suatu produk di pasaran mempunyai label atau judul iklan yang menarik perhatian, misalnya adanya label ‘bebas lemak’ atau ‘rendah kalori’ yang menarik konsumen untuk membeli, karena pernyataan tersebut mungkin mempunyai keterangan tambahan yang penting untuk dipahami. Orangtua perlu bijak memperhatikan dengan baik kandungan nutrisi dalam setiap produk makanan, terutama yang akan diberikan untuk anak-anak.

10. Memastikan keamanan makanan

Dua hal penting yang harus diperhatikan orangtua dalam memberikan makanan untuk si kecil adalah adanya resiko tersedak dan juga penularan penyakit atau infeksi.5 Pastikan anak yang masih bayi tidak diberikan makanan yang membuat gampang tersedak, posisikan anak dengan baik dan ajarkan tidak berbicara sambil mengunyah makanan.Cuci bersih bahan makanan sebelum diolah, pastikan makanan dimasak dan diolah dengan baik, dan jangan lupa mencuci tangan anak sebelum dan sesudah makan.

Panduan tersebut di atas diharapkan dapat membantu orangtua dalam perannya menyiapkan makanan yang bergizi demi tumbuh kembang optimal dan kesehatan sang buah hati. Semoga bermanfaat!

Ditulis Oleh: Nela Fitria Yeral, dr.

instal aplikasi prosehat

Referensi:
1. Healthy Food for Kids: Easy Tips to Help Your Children and Teens Eat Healthier. [internet] Available at: helpguide.org/articles/healthy-eating/healthy-food-for-kids.htm
2. Alli, R. A. (2016). Healthy Eating Habits for Your Child. [internet] WebMD. Available at: webmd.com/children/kids-healthy-eating-habits#1
3. Encourage Kids to Eat Healthy Food. [internet] Available at: pbs.org/parents/food-and-fitness/eat-smart/encourage-kids-to-eat-healthy-food/
4. Hatter, K. (2017). The Benefits of Eating Healthy Foods as a Child. [internet] LIVESTRONG.COM. Available at: livestrong.com/article/246591-the-benefits-of-eating-healthy-foods-as-a-child/
5. Childhood Nutrition [internet] HealthyChildren.org. Available at: healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Childhood-Nutrition.aspx

Chat Asisten ProSehat aja